Togar Puji Langkah Pemindahan Bandar Narkoba ke Nusakambangan

Jumat, 29 Maret 2019 | 19:00 WIB
Share Tweet Share

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Sejumlah napi narkoba yang selama ini menghuni Lapas Kelas IIA Kerobokon serta lapas lainnya di Bali, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap.

Pemindahan napi narkoba tersebut sudah menjadi kesepakatan antara Kementerian Hukum dan HAM, Polda Bali, dan Lapas Kerobokan Denpasar.

Kesepakatan ini pun ditindaklanjuti dengan Surat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkum dan HAM Bali Nomor PAS-PK 01-05-8-275 atas nama Abdul Rahman Willy dkk dan Surat Nomor 01.05.08.172 atas nama Dwi Cahyono bin Sugianto dkk.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Pemindahan para napi narkoba ini, mendapat respon positif dari masyarakat. Bahkan "Panglima Hukum" Togar Situmorang, SH, MH, MAP, memuji langkah ini.

"Pemindahan narapidana high risk seperti bandar narkoba kelas kakap ke sel khusus Lapas Nusakambangan, merupakan keputusan yang tepat. Apalagi, keberadaan mereka cukup merepotkan aparat," kata Togar.

Screenshot_2019-03-20-13-00-39_com.outthinking.collagelayout_1553058080812_6

Calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar ini bahkan secara khusus menggarisbawahi fakta mengejutkan terkait ditemukannya sejumlah barang bukti narkoba di dalam sel para tahanan.

Menurut advokat yang masuk di dalam 100 Advokat Hebat versi Majalah PropertynBank itu, fakta tersebut harus disikapi dengan pengamanan khusus untuk mengantisipasi pengendalian narkoba dari dalam lapas.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Togar pun secara khusus mengapresiasi sikap tegas Kapolda Bali Irjen (Pol) Dr Petrus Reinhard Golose, terkait pemindahan para napi bandar narkoba tersebut.

Managing Partner Law Office Togar Situmorang & Associates yang beralamat di Jalan Tukad Citarum Nomor 5A Renon, Jalan Bypass Ngurah Rai Nomor 407 Sanur dan Jalan Gatot Subroto Timur Nomor 22 Denpasar, ini menyebut, keputusan tersebut penting untuk memutus rantai peredaran narkoba di Pulau Dewata.

"Keputusan tersebut harus diapresiasi, karena ini adalah upaya untuk men-zero-kan narkoba di Pulau Dewata dengan memutus rantai dugaan banyaknya peredaran narkoba berasal dari dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan,” tandas Togar, yang saat ini sedang menyelesaikan Disertasi Program Ilmu Hukum Universitas Udayana.

Baca Juga:
Butuh Bantuan Hukum Tapi Kesulitan Biaya? Togar Siap Membantu, Gratis!

Ia menilai, peredaran narkoba dari dalam Lapas Kelas IIA Kerobokan hanya bisa dihentikan dengan cara tegas seperti ini.

“Bayangkan saat penggeledahan, para bandar masih menyimpan sejumlah barang bukti di sel yang berhubungan dengan peredaran narkoba, masih menggunakan narkoba, masih menggunakan alat komunikasi, masih memiliki uang dalam jumlah yang banyak,” ujar caleg milenial yang mengusung tagline 'Siap Melayani Bukan Dilayani' itu.

Baca Juga:
Togar Situmorang, Caleg Milenial Harapan Baru Warga Denpasar

Ketua Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANNAS) Provinsi Bali ini pun mengimbau kepada para pelaku narkoba di Bali, agar jangan lagi bermain api. Sebab pihak kepolisian pasti akan menindak tegas.

"Jangan coba-coba melawan, karena akan ditindak tegas dan kalau melawan akan dimatikan oleh pihak kepolisian," pungkas Togar.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar