Togar Situmorang Kecam Penembakan Brutal di Masjid Selandia Baru

Sabtu, 16 Maret 2019 | 19:38 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Penembakan brutal terjadi di dua Masjid Kota Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) sekitar Pukul 01.40 siang, saat salat Jumat sedang berlangsung.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku penembakan Brenton Tarrant, 28 tahun, yang berkebangsaan Australia, menyerang dua Masjid. Tarrant awalnya menyerang Masjid Al Noor, lalu berlanjut ke Masjid Linwood, yang terletak tidak berjauhan. Ia membawa lima senjata, termasuk senapan dan bom.

Tarrant menembak mati 41 orang di Masjid Al Noor dan 7 orang di Masjid Linwood. Satu orang lagi meninggal di rumah sakit.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Calon anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, mengecam penembakan brutal tersebut. Ia bahkan menyebut tindakan keji itu sebagai aksi terorisme.

"Tindakan pembantaian yang bukan hanya sangat tidak berperikemanusiaan dan jauh dari nilai agama, namun juga jauh dari akal sehat manusia itu sendiri. Ini menjadi duka bagi dunia kemanusiaan," kata Togar, saat ditemui di kantor hukumnya Law Firm Togar Situmorang & Associates, di Denpasar, Sabtu (16/3/2019).

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Advokat kawakan yang dijuluki 'Panglima Hukum' itu menilai serangan tersebut merupakan suatu upaya yang sangat terorganisir, dan direncanakan dengan baik. Apalagi, pelaku penyerangan membawa kamera sendiri dan live streaming.

"Jelas sekali bahwa teroris ini telah merencanakan secara matang tindakan pembantaian terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di dalam Masjid," ucapnya.

Baca Juga:
Togar Situmorang Siap Perjuangkan Beasiswa Perangkat Desa

Togar yang kerap memberikan layanan hukum gratis kepada masyarakat yang kurang mampu ini berharap, serangan teroris ini tidak dikaitkan dengan agama. Sebab, tidak ada agama yang mengajarkan untuk membunuh sesama manusia.

"Terorism has no religion. Teroris tidak identik dengan agama!" ujar advokat senior yang tengah menyelesaikan studi S3 Ilmu Hukum di Universitas Udayana ini.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar