Tipu Investor, Wartawan Gadungan Ini Diringkus Polisi

Selasa, 12 Februari 2019 | 22:59 WIB
Share Tweet Share

Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, saat memberikan keterangan pers sekaligus memperlihatkan barang bukti dan pelaku penipuan terhadap investor. [foto: indonesiakoran.com/ itho umar]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Polres Manggarai Barat menangkap seorang pria berinisial SEW, warga Kampung Cempa, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria 37 tahun itu diamankan, karena diduga terlibat aksi penipuan dalam jual beli tanah di Labuan Bajo.

Dalam aksinya, SEW mengaku sebagai seorang wartawan. Bukan itu saja, sebab pria yang ternyata berprofesi sebagai nelayan ini justru menjual tanah milik orang lain.

"Pelaku mengaku sebagai seorang wartawan pada saat melakukan penipuan terhadap korban. Namun saat kita periksa, ternyata dia bukan wartawan. Dia juga tidak memiliki Id Card sebagai seorang wartawan," kata Kapolres Manggarai Barat AKBP Julisa Kusumowardono, saat memberikan keterangan kepada wartawan, di Labuan Bajo, Senin (11/2/2019).

Julisa menjelaskan, awalnya SEW menawarkan sebidang tanah yang berlokasi di sekitar Labuan Bajo kepada seorang investor. SEW menyodorkan harga Rp650 juta kepada investor. Untuk memuluskan aksinya, SEW mengaku sebagai wartawan media online.

Karena tertarik, investor pun menemui wartawan gadungan itu serta melihat lokasi yang akan dibelinya. Selanjutnya, investor membuat kesepakatan dengan SEW di sebuah hotel di Labuan Bajo.

Investor ini bahkan melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening SEW secara bertahap, yang jumlahnya mencapai Rp 410 juta. Sebelum melunasi pembayaran, sang investor kemudian melakukan pengecekan terhadap kepemilikan tanah tersebut.

Saat itulah sang investor merasa bahwa dirinya sudah menjadi korban penipuan. Sebab, tanah yang dibelinya merupakan milik orang lain dan sudah bersertifikat. 

Investor kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Manggarai Barat. Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan pengejaran dan meringkus SEW di Labuan Bajo.

Selain menangkap SEW, polisi juga menyita barang bukti berupa tiga (3) kwitansi penerimaan untuk pembayaran tanah, dua (2) lembar slip pengiriman uang Bank BNI dan surat kesepakatan transaksi jual beli tanah.

"Kepada pelaku kami terapkan Pasal 378 KUHP Tentang Penipuan," kata Julisa.

Reporter: Itho Umar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar