Hak Dirampas WNA, Warga Denpasar Minta Perlindungan Togar Situmorang

Minggu, 20 Januari 2019 | 10:12 WIB
Share Tweet Share

Advokat kawakan Togar Situmorang (kiri) bersama kliennya I Made Rusdi Hermawan (tengah). [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] I Made Rusdi Hermawan, warga Kota Denpasar, mendatangi Law Office Togar Situmorang & Associates, di Jalan By Pas Ngurah Rai, Denpasar, Sabtu (19/1/2019).

Rusdi mengaku, kehadirannya ke kantor itu karena sering mendengar berita tentang advokat kawakan Togar Situmorang, SH, MH, MAP, yang berjuang untuk membela kepentingan masyarakat Bali khususnya warga Denpasar.

Apalagi Togar Situmorang yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar, mengusung tagline "Siap Melayani Bukan Dilayani". Rusdi yakin, Togar Situmorang akan siap memperjuangkan hak-hak masyarakat Denpasar secara total.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Rusdi kemudian menyampaikan alasan kedatangannya. Ia mengaku hak-haknya telah dirampas oleh David Mackey, seorang Warga Negara Asing (WNA) berkebangsaan Australia.

"Saya minta perlindungan dan bantuan hukum kepada Bapak Togar Situmorang. Saya merasa hak-hak saya dirampas," papar Rusdi kepada awak media, usai menemui Togar Situmorang.

Ia lalu meminta Togar Situmorang dan rekannya I Putu Agus Putra Sumardana, SH, untuk menjadi kuasa hukum. Permintaan tersebut diamini Togar Situmorang yang dijuluki "Panglima Hukum" dan Sumardana.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Togar Situmorang dan Sumardana secara terpisah menjelaskan, kasus ini berawal ketika I Made Rusdi Hermawan sebagai pemilik PT Autogrill Taurus Gemilang Indonesia (Restoran) yang beralamat di Keberangkatan International Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Sebagai pemilik PT Autogrill Taurus Gemilang Indonesia, I Made Rusdi Hermawan menjabat dalam kurun waktu 3 tahun. Bukan malah mendapat hasil yang memuaskan, tapi malah dilaporkan oleh HRD atas nama Putu Gede dengan dugaan tindak pidana penggelapan di Ditreskrimum Polda Bali.

Belum lagi, sertifikat hak milik atas nama istrinya, Sari Anggrani, dirampas oleh pihak terkait. Tidak hanya itu, kedudukan Rusdi sebagai pemilik PT Autogrill Taurus Gemilang Indonesia juga tidak dianggap oleh WNA David Mackey, dengan cara mengubah susunan sistem perusahaan tanpa RUPS dan tanpa melibatkan pemilik.

"Ini benar-benar perbuatan yang tidak manusiawi," kata Agus Sumardana.

"Sebagai kuasa hukum, kami benar-benar memperjuangkan hak-hak klien kami dengan cara melakukan tindakan-tindakan hukum, baik secara pidana maupun perdata," imbuh Togar Situmorang.

Baca Juga:
Ini Catatan Togar Soal Penegakan Hukum di Bali Tahun 2018

Togar menambahkan, pihaknya tidak bisa menerima ketika harga diri Warga Negara Indonesia (WNI) diperlakukan semena-mena oleh WNA di tanah air sendiri. Hak-hak WNI harus dilindungi dari bentuk perampasan oleh pihak manapun, apalagi oleh WNA.

"Kami akan bertindak cepat. Kami akan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak terkait," jelas Togar Situmorang, yang juga Ketua Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Provinsi Bali itu.

Pria yang tengah menyelesaikan Disertasi Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Udayana itu juga meminta kepada instansi-instansi seperti kepolisian, imigrasi, pajak, dan bandara, untuk bekerja secara profesional dan melindungi hak-hak warga negaranya.

"Hak warga negara kita tidak boleh diinjak-injak. Siapapun yang merampas hak saudara kita, akan saya libas tentu sesuai jalur hukum yang ada," tandas Togar Situmorang.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar