Sebulan Lebih Tersangka, Dewan: Kok Sudikerta Belum Ditahan?

Minggu, 06 Januari 2019 | 11:01 WIB
Share Tweet Share

Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dewa Nyoman Rai. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Kinerja Polda Bali sepanjang tahun 2018, secara umum mendapat apresiasi banyak kalangan.

Pasalnya, jajaran kepolisian sukses mengamankan jalannya pertemuan tahunan IMF-WB, memberantas premanisme, menangkap pengedar narkoba, hingga mengungkap kasus - kasus lainnya yang mendapat perhatian publik.

Sayangnya di tengah apresiasi publik ini, kinerja Polda Bali justru masih mendapatkan "rapor merah" dari Komisi I DPRD Provinsi Bali.

Pasalnya, Polda justru gagal menuntaskan beberapa kasus besar sepanjang tahun 2018, mulai dari kasus mafia Tiongkok yang merusak citra pariwisata Bali hingga kasus yang menyeret mantan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta.

"Kami tentu apresiasi kinerja Polda Bali selama ini. Kinerja jangka pendek, menengah dan panjang, kami sampaikan terima kasih," kata Sekretaris Komisi I (Bidang Hukum dan Pemerintahan) DPRD Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai, di Denpasar, Minggu (6/1/2019).

"Namun ada beberapa hal yang perlu dievaluasi terhadap pelanggaran hukum. Bukan hanya sebatas menangani premanisme dan pelaku narkoba. Tetapi juga ada mantan pejabat yang tersangka, Sudikerta. Ada apa di balik tidak diprosesnya kasus Sudikerta?" imbuh politikus PDI Perjuangan asal Buleleng ini.

Menurut dia, sudah sebulan lebih Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Bali. Namun hingga kini, mantan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali itu belum juga ada tanda-tanda akan ditahan. Bahkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali juga menetapkan status “cekal” terhadap Sudikerta.

Ia pun mendesak Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, agar segera melakukan tindakan tegas dengan segera memproses dan menahan sekaligus memenjarakan Sudikerta.

“Kapolda ini orangnya tegas. Semua preman saja ditangkap, diborgol, dan dibui. Tapi kenapa kasus Sudikerta sudah sebulan lebih, kok belum ditahan? Ini ada apa? Kami harap Polda Bali, yang namanya tersangka harus ditahan. Banyak masyarakat yang bertanya kepada kami, kok kasusnya mandek?" ujar Dewa Rai.

Politikus nyentrik dengan kepala plontos ini menambahkan, selaku anggota dewan yang membidangi masalah hukum, pihaknya wajib mengingatkan kepada jajaran penegak hukum sebagai mitra. Jangan sampai mandeknya kasus Sudikerta akan menimbulkan preseden buruk. Apalagi Polda Bali yang menetapkan Sudikerta sebagai tersangka.

"Kinerja Polda Bali sepanjang tahun 2018, cukup mendapat apresiasi dari publik. Jangan sampai dengan tidak segera diprosesnya kasus Sudikerta ini, akan menimbulkan kecurigaan masyarakat. Kok garang sama preman tapi sama pejabat atau mantan pejabat gak?" tanda Dewa Rai.

Belum lagi, lanjut Dewa Rai, dalam perkara ini Sudikerta dijerat dengan banyak pasal, yakni Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KHUP tentang Pidana Penipuan dan Penggelapan, serta Pasal 263 ayat (2) KUHP tentang Penggunaan Surat Palsu dan Pasal 3 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

“Sekali lagi, jangan sampai dengan diulur-ulurnya proses penahanan Sudikerta, justru barang bukti hilang dan kasusnya nanti mengendap atau malah SP3. Ini tentu kami (Komisi I) dan publik tidak mengharapkan hal itu terjadi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka menyusul terbitnya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang dikeluarkan dan ditandatangani langsung oleh Kepala Subdit II Dit Reskrimsus Polda Bali AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, tertanggal 30 November 2018. 

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar