Togar Situmorang: Jangan Pilih Caleg Mantan Napi Korupsi!

Selasa, 23 Oktober 2018 | 19:16 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Sebanyak 207 bekas narapidana (Napi) korupsi, masuk daftar calon legislatif (caleg) pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 mendatang. Bahkan dengan modal kantong tebal, mereka diprediksi akan kembali terpilih.

Merespons fenomena ini, advokat yang juga pengamat kebijakan publik, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, menilai bahwa masyarakat Indonesia akan menjadi kunci utama bagi para mantan napi korupsi tersebut.

Screenshot_2018-10-23-20-21-17_com.outthinking.collagelayout_1540297305783

"Bila ingin NKRI semakin kokoh dan memiliki masa depan cerah, maka masyarakat harus jujur pada hati nurani," ujarnya, di Denpasar, Selasa (23/10/2018).

Khusus untuk masyarakat Bali, pemilik Law Firm Togar Situmorang & Associates itu menyebut, sederet nama bupati dan politisi yang telah dibui karena korupsi, wajib menjadi pelajaran bersama.

Baca Juga:
Togar Situmorang: GNPK Siap Kawal Masyarakat Laporkan Dugaan Korupsi

"Seharusnya kenyataan itu membuat masyarakat lebih kritis. Jangan mau dikibuli. Ini demi masa depan Bali. Bukan kepentingan sesaat," tandas pengacara kelahiran Jakarta ini.

Menariknya, Togar Situmorang menyebut ada sederet nama politisi Bali "bermasalah" yang kini kembali "merayu" masyarakat untuk mencoblosnya pada Pileg 2019. Togar Situmorang mengajak seluruh elemen masyarakat Bali untuk menenggelamkan para caleg "cacat hukum" tersebut.

Baca Juga:
Nahkodai GNPK-RI Bali, Togar Komit Bantu KPK Babat Koruptor

"Ini demi Bali kita. Saya harus berjuang demi Bali, karena pulau indah ini, telah memberikan saya segalanya. Kini saatnya saya mengabdi. Saatnya saya ngayah," tegas Togar Situmorang, yang juga calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 Dapil Kota Denpasar dari Partai Golkar ini.

Ditanya alasan para caleg eks koruptor ini harus ditumpas, Togar Situmorang mengatakan, mereka adalah gerombolan penjahat yang gigih mencari celah untuk mengakali peraturan, hukum, dan undang-undang. Bila menjadi wakil rakyat, caleg-caleg ini akan siap kembali melakukan kongkalikong dengan para pengusaha, mengakali anggaran, dan mengais-ngais selisih dari segala macam tender dan proyek.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

"Sistem di negara kita belum ideal soal ini. Di Tiongkok, 207 caleg eks koruptor itu tentu sudah ditembak mati. Tapi di negara kita, malah masih bisa senyum-senyum. Jadi calon wakil rakyat pula. Intinya, masyarakat harus cerdas. Hati nurani jangan dijual murah hanya karena gelontoran bantuan uang (bansos) yang sejatinya adalah milik masyarakat selaku pembayar pajak," ujarnya.

Jika masyarakat ingin mengetahui siapa saja para caleg yang pernah tersangkut kasus korupsi, Togar Situmorang mengajak untuk mencari di mesin pencari google. Jejak digital, kata dia, tidak bisa dihapus.

"Simpel kok caranya. Silakan dicoba dan mari simak rekam jejak mereka. Demi Bali, jangan mau coba-coba. Apalagi mengingkari hati nurani. Jangan silau sama janji-janji mereka. Ayo tenggelamkan!" ajak Togar Situmorang, yang saat ini tengah menyelesaikan Disertasi Doktoral S-3 Ilmu Hukum Universitas Udayana.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar