Kongres Advokat Indonesia Siap Menyambut Tahun Politik 2019

Kamis, 13 September 2018 | 22:10 WIB
Share Tweet Share

Rapat Kerja KAI, Perkokoh Eksistensi KAI Dalam Bentuk Kerja Nyata (foto: Asis Deornay)

[BOGOR, INDONESIAKORAN.COM] Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) DKI Jakarta, menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), tepatnya di Villa Rutama, Cisarua, Bogor, Jawa Barat selama dua hari, 12-13 September 2018.

Acara ini dihadiri ratusan advokat dan petinggi-petinggi advokat KAI DKI Jakarta, mengusung tema “DPD KAI Siap Menyambut Tahun Politik 2019” dengan subtema “Meningkatkan Sinergi KAI dengan IPHI yang Merupakan Cikal Bakal Berdirinya KAI dan Mendukung Pelaksanaan e-Court oleh Peraturan Mahkamah Agung RI”.

Dikatakan, Ketua DPD KAI DKI Jakarta, MM. Ardy Mbalembout, SH., MH, bahwa pelaksanaan Rakerda KAI ini dalam rangka menyatukan pemikiran para advokat menyambut tahun politik 2019, dimana rakyat Indonesia akan memilih Presiden dan Wakil Presiden sekaligus memilih anggota DPD, DPR, dan DPRD Provinsi/Kabupaten dan Kota.

Masih diungkapkan Ketua DPD KAI DKI Jakarta, bahwa Rakerda KAI DKI Jakarta menghasilkan beberapa agenda kerja DPD KAI, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Dimana dalam perjalanannya, organisasi KAI telah menghasilkan ribuan advokat yang hebat-hebat dan membanggakan organisasi.

“Ini yang kemudian, kenapa KAI begitu solid dan kompak sampai hari ini. Karena Kongres Advokat Indonesia (KAI) merupakan sebuah organisasi advokat terbesar dan terkuat yang saat ini. Dan memiliki anak cabang di seluruh kota Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia,” tandas Ardy Mbalembout.

Ketua Dewan Penasihat KAI, H. Rusdi Taher SH.,MH, dalam sambutannya menekankan bahwa para Advokat perlu memiliki empat pedoman. Pertama, Integritas; Kedua, Patriotisme; Ketiga, Toleransi; Keempat, Nasionalisme. Disingkat IPTN. Merujuk pada empat pedoman itu,  dikatakan Rusdi, menjadi advokat itu jangan mencontoh advokat yang berpaham hedonisme, yang mendewa-dewakan kemewahan.

“Jadilah advokat yang baik yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan, karena rizki itu Allah yang mengatur,” saran Rusdi yang juga mantan Anggota DPR/MPR RI ini.

Karenanya Advokat harus memiliki jiwa IPTN (Idealisme, Patriotisme, Toleransi dan Nasionalisme). Cita-cita ini menurut Rusdi harus ada, dan jangan hanya bercita-cita agar cepat kaya dan cepat memiliki Lamborgini.

Peserta dan juga Panitia acara Rakerda, Tobby Ndiwa SH mengusulkan, dalam rangka menghadapi era MEA kemampuan bahasa Inggris hukum advokat KAI menjadi sebuah keharusan. Karena advokat negara-negara Asean boleh menangani persoalan hukum kliennya di semua negara yang tergabung dalam MEA. Meski ini sesuatu yang tidak mudah, namun minimal untuk advokasi yang sifatnya masih ranah non litigasi.

Untuk itu kami memdorong DPP KAI melalui DPD KAI Jakarta untuk membuat terobosan melakukan khursus bahasa Inggris hukum advokat KAI bekerja sama dengan universitas/ perguruan tinggi. Selanjutnya peserta yang telah lulus ujian mendapat sertifikasi sebagai referensinya dalam menjalankan fungsi advokatnya dalam mendampingi klien orang warga asing yang tidak mampu berbahasa Indonesia. Minimal dalam scoup nasional.

IMG_20180913_220327Peserta Rakerda KAI DKI JAKARTA.

Peserta Plasidus Asis Deornay, SH, juga menegaskan soal eksistensi advokat. Dikatakannya, advokat adalah salah satu pilar penegakan hukum. Kongres Advokat Indonesia adalah organisasi advokat yang patut diperhitungkan saat ini. Karena itu, penting bagi KAI untuk menghidupkan kembali peran media internalnya, seperti website, WA, Twitter, Instagram, dan melakukan kerja sama dengan  media lainnya, selain agar KAI ini dikenal publik, para advokat yg tergabung dalam organisasi ini dapat dikenal dan mendapatkan job dari masyarakat atau publik yang membutuhkan jasa advokat.

Sedangkan, Milka Sakindeho SH MH, menegaskan advokat KAI DKI Jakarta, mengingatkan agar advokat KAI DKI Jakarta, perlu memiliki keyakinan dan kekuatan baru terkait hidup matinya Organisasi KAI. Advokat KAI adalah pilar terdepan menjaga Marwah organisasi ini. Perlu saling menghargai dan menghormati satu dengan yang lainnya.

Penutup raker,  ketua panitia mengucapkan terima kasih atas masukan dan rancangan kerja yang telah disepakati dan mendorong para anggota untuk kompak selalu.

"Ke depannya, kita tetap selalu kompak dan saling berbagi informasi demi kebaikan dan kemajuan organisasi  ini dan kemajuan masing-masing kita sebagai advokat di negara yang kita cintai ini. Maju terus KAI, KITA PASTI BISA," tegas Ketua Panitia.  

Editor: Elnoy


Berita Terkait

Hukum

OTT KPK Tangkap 7 Orang Terkait Suap WTP

Sabtu, 27 Mei 2017
Hukum

Florianus Adu Siap Hadapi Proses Hukum

Sabtu, 27 Mei 2017
Hukum

Din: Tiap Warga Harus Siap Hadapi Hukum  

Kamis, 01 Juni 2017

Komentar