Togar Situmorang Usulkan "Sumpah Cor" Bagi Calon Pejabat, Kenapa?

Selasa, 14 Agustus 2018 | 15:19 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Belakangan ini, sumpah jabatan sepertinya tidak banyak diindahkan pejabat. Buktinya, hingga saat ini masih banyak pejabat yang mengabaikan bahkan melanggar isi sumpah jabatannya. 

Padahal apabila sumpah jabatan itu mau ditaati, tidak pernah ada pejabat yang terjerat masalah hukum, seperti kasus korupsi atau lainnya.

Hal ini disampaikan pengacara kawakan Bali, Togar Situmorang, SH, MH, MAP, di Denpasar, Selasa (14/8/2018). Ia melontarkan hal ini terkait tingginya pelanggaran hukum termasuk yang menimpa pejabat di Tanah Air.

Baca Juga:
Togar Situmorang Optimis Melenggang Mulus ke DPRD Bali, Karena Ini

Menurut pemilik Law Firm Togar Situmorang & Associates itu, pelanggaran sumpah jabatan oleh pejabat bukan saja merugikan negara namun juga masyarakat.

Ia kemudian mencontohkan kasus korupsi atau pengalihan tanah/ aset negara untuk kepentingan pribadi oknum tertentu. Celakanya, oknum tersebut justru memanfaatkan warga untuk memuluskan aksinya itu.

Sejatinya, demikian Togar Situmorang, kalau saja sumpah jabatan itu dipatuhi, maka kasus-kasus yang merugikan negara dan rakyat tidak sampai terjadi. 

"Ini masalah moral saja. Sebab kalau dilihat aturannya, sudah jelas. Bahkan ancaman hukumannya juga cukup berat," tandas Togar Situmorang, yang kini maju sebagai bakal calon anggota DPRD Provinsi Bali nomor urut 7 dari Partai Golkar untuk Dapil Kota Denpasar.

Baca Juga:
Togar Situmorang Komit Bela Rakyat Kecil Tanpa Imbalan

Ia pun mengusulkan, selain perlunya pendalaman moral dan mental, juga ada tambahan penguat aturan hukum yang sudah ada. 

"Saya lihat ada sanksi hukum dari kearifan lokal yang selama ini sangat dipatuhi masyarakat di Bali, seperti Sumpah ‘Cor’. Kalau ini bisa disandingkan dengan hukum formal yang ada, saya lebih optimis penegakan hukum akan bertambah baik," tutur Togar Situmorang.

'Sumpah Cor' dalam kepercayaan umat Hindu di Bali, memiliki makna dan dampak yang sangat dashyat sehingga amat sangat ditakuti. Keyakinan filosofi bagi umat Hindu di Bali terhadap 'Sumpah Cor' ini dipimpin oleh pendeta yang disaksikan secara niskala Ida Sang Hyang Widhi.

'Sumpah Cor' ini bermakna sumpah penderitaan tujuh keturunan jika yang disumpah melanggar atau ingkar janji. Atau bagi yang mengucapkan 'Sumpah Cor' ini tetapi tidak benar alias palsu, maka hidupnya akan menderita sakit tahunan yang tidak kunjung sembuh dan tidak dapat disembuhkan sebelum akhirnya akan dibawa mati.

Bahkan, penderitaan yang dialaminya itu akan berlangsung sampai ke anak cucu tujuh turunan.

Baca Juga:
Togar Situmorang Siap Ambil Bagian Merenovasi Gereja Katedral Denpasar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Hukum

Hari Ini, KPK Periksa Sandiaga Uno

Selasa, 23 Mei 2017
Hukum

Sandiaga Uno Penuhi Panggilan KPK

Selasa, 23 Mei 2017

Komentar