Polisikan GMED, Titta Rizky Tunjuk Togar Situmorang Jadi Kuasa Hukum

Sabtu, 04 Agustus 2018 | 16:47 WIB
Share Tweet Share

Togar Situmorang mendampingi Titta Rizky, di Polda Jawa Timur, saat melaporkan PT Global Music Era Digital (GMED) atas kasus dugaan pelanggaran hak cipta dengan tuntutan pasal berlapis. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Kasus pelanggaran hak cipta dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) di industri musik, terus saja terjadi. Yang terbaru, sebagaimana dialami pencipta lagu anak-anak, Tita Nurwati, atau yang akrab disapa Titta Rizky.

Karena merasa dirugikan, Titta Rizky akhirnya melaporkan PT Global Music Era Digital (GMED) ke Polda Jawa Timur (Jatim). Menariknya, untuk kasus dugaan pelanggaran hak cipta ini, Titta Rizky menunjuk advokat kawakan asal Bali, Togar Situmorang, selaku kuasa hukumnya.

Sesuai surat Tanda Bukti Lapor (TBL) Nomor TBL/ 26/ VII/ 2018/ SUS/ Jatim, Titta Rizky melaporkan dugaan pelanggaran hak cipta dengan Pasal 113 ayat (2), Jo Pasal 9 ayat (1) huruf d, Jo Pasal ayat (3) UU RI Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta.

Titta Rizky bersama kuasa hukumnya Togar Situmorang, juga telah menyiapkan laporan dugaan tindak pidana pemalsuan tanda tangan, setelah kasus hak ciptanya ditindaklanjuti penyidik Subdit IV/ Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim.

Terkait kasus yang dialami kliennya ini, Togar Situmorang berharap agar semua pihak terkait, terutama DPR RI, dapat ikut memberikan atensi dan mengawal kasus ini. Hal tersebut penting, agar penanganan dari aparat penegak hukum lebih maksimal, transparan dan berjalan pada koridor hukum yang benar.

"Kasus pelanggaran hak cipta lagu ini sudah seperti jadi masalah akut di industri musik. Kami hanya ingin pekerja seni dan kreatif, mendapatkan perlindungan hukum dan terjaga hak-haknya. Jadi, kami harapkan DPR juga ikut mengawal kasus ini," kata Togar Situmorang, di Denpasar, Sabtu (4/8/2018).

IMG-20180804-WA0046

Togar Situmorang lalu menceritakan, landasan pelaporan ini adalah jawaban somasi dari pihak PT GMED yang ternyata tertera adanya kontrak antara Titta Rizky dengan perusahaan rekaman itu. Padahal, kliennya mengaku tidak pernah melakukan tanda tangan kontrak dengan pihak manapun, terkait hasil karyanya.

“Titta Rizky merasa tidak pernah tanda tangan kontrak dan tidak pegang salinan kontraknya, bahkan tidak mengetahui apa isi kontraknya. Dia juga tidak pernah tahu hak, juga kewajibannya. Makanya di Polda Jatim, kami ingin tahu kontrak apa yang dimaksud pihak PT Global,” ujar Togar Situmorang.

Pria Batak yang menamatkan Magister Hukum (S-2) di Universitas Kristen Indonesia dan kini tengah menyelesaikan Disertasi di Program Doktor (S-3) Ilmu Hukum Universitas Udayana (Unud) ini meyakini, kasus kliennya ini segera akan ditingkatkan statusnya jadi penyidikan untuk segera bisa ditetapkan tersangka, sehingga semua akan jadi terang dan jelas.

Ia pun berharap, aparat penegak hukum agar berlaku tegas terhadap semua pelaku pelanggaran hak cipta.

"Keadilan harus ditegakkan. Hukum tidak boleh jadi mainan. Orang-orang seperti Titta Rizky adalah representasi rakyat kecil yang tertindas oleh arogansi dan niat busuk pengusaha. Maka hati nurani saya merasa terpanggil untuk memberi pendampingan hukum demi mencari keadilan," tandas Togar Situmorang.

Sebelumnya, Titta Rizky bersama kuasa hukumnya Togar Situmorang memenuhi panggilan Polda Jatim dalam rangka kelengkapan berkas laporan pidana khusus Hak Cipta dan Intelektual (HAKI), Rabu (1/8/2018). Titta Rizky berharap agar dapat kasusnya bisa berjalan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Dilansir rmol.co, Titta Rizky menempuh jalur hukum guna mendapatkan keadilan karena merasa ditipu puluhan juta rupiah oleh perusahaan label musik. 

Di mana tanpa memberitahukan kepadanya sebagai pencipta lagu, PT Global Musik Era Digital secara sepihak mengganti judul lagu ciptaannya "Allah" dengan judul "Sholawat". Lagu itu dinyanyikan oleh penyanyi cilik Rayvelin.

"Selain mengganti judul lagu itu, mereka juga mengkomersilkan lagu-lagu ciptaan saya tersebut melalui media sosial seperti YouTube, dan telah dijadikan RBT oleh beberapa provider selular. Dan semuanya tanpa seizin saya sebagai pencipta dan produser lagu yang sah. Saya merasa tertipu oleh label musik di bawah naungan PT Global Musik Era Digital yang berkantor di bilangan Kebun Jeruk, Jakarta Barat," beber Titta Rizky.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Hukum

MA Buka 1.684 Lowongan Untuk Hakim

Minggu, 11 Juni 2017
Hukum

Hari Ini, Patrialis Akbar Hadapi Dakwaan

Selasa, 13 Juni 2017

Komentar