Mahfudz: Fitnah PKS, Baiknya laporkan Faisal Assegaf ke Polisi

Rabu, 16 Mei 2018 | 13:47 WIB
Share Tweet Share

mahfudz

[JAKARTA]-- Politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mahfudz Siddiq heran ada pihak mengkait-kaitkan aksi terorisme yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur dengan PKS.

Kepada Indonesiakoran.com, Rabu (16/5), anggota Komisi IV DPR RI tersebut mengatakan, organisasi atau orang umumnya pasti tidak setuju dengan aksi terorisme.

"Kalau ada yang setuju, orang itu pasti tidak waras. Jadi, menjadi aneh jika ada orang atau pihak yang mengkaitkan kasus terorisme dengan PKS,” kata wakil rakyat dari Dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Mahfudz juga merasa ada keanehan lain dengan munculnya unjuk rasa di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, awal pekan ini. Ada segelintir orang dari kelompok tertentu menggelar aksi, dan menuding PKS sebagai partai pendukung teroris.

Secara track record, kata Mahfudz, mereka tidak punya urusan dengan PKS serta tak pula punya masalah dengan PKS, tetapi tiba-tiba datang ke PKS. “Walau tidak besar, ini rasanya aneh. Menjadi pertanyaan, mereka disuruh siapa? Saya tidak mau spekulasi ya, mereka yang harus menjawab,” kata dia.

Sebelumnya, puluhan orang yang mengatas namakan Forum Komunikasi Ativis (Fokas), mendatangi DPP PKS. Mereka menggelar aksi karena menganggap PKS sebagai partai pendukung terorisme.

Dalam keterangan persnya, mereka menyerukan beberapa tuntutan antara lain mendesak Polri, BIN, Pemerintah dan seluruh elemen rakyat mengawasi kantor PKS di selurug Indonesia.

Terkait fitnah yang dilakukan Ketua Progres 98, Faizal Assegaf via twitter kepada PKS, DPP partai berlambang padi kapas itu belum menentukan sikap apakah melaporkan kasus itu ke polisi arau tidak. Yang pasti, rekan-rekan PKS di DPR mendorong agar pelaku penebar fitnah itu dilaporkan ke Polisi.

“Saya belum tahu langkah PKS secara institusi. Dari beberapa obrolan Fraksi PKS di DPR, mereka mendorong menggugat ke ranah hukum, terutama Faizal Assegaf, karenakan yang bicara dan terang-terangan menuding itu dia,” kata Mahfudz.

Menurut laki-laki kelahiran Jakarta, 25 September 1966 ini, alangkah baiknya penebar fitnah dilaporkan ke Polisi. Sebab, yang dilakukannya bisa mencemarkan nama baik PKS. “Itu tudingan terbuka, ya dituntut secara hukum sebab itu jalan terbaik menyelesaikan masalah."

Dikatakan, Faizal menuduh PKS terlibat teroris, dan konteksnya adalah teroris Indonesia. "Ya, tuduhan itu harus dibuktikan. Tentu dengan bukti yang faktual, aktual dan ada kolerasi langsung dengan terorisme di Indonesia.”

Pandangan Mahfudz, yang dihembuskan Faizal ada indikasi pelanggaran pidana. “Tinggal PKS mau nggak secara resmi melakukan itu. Dan kalau itu dilakukan, bagus. Tinggal proses hukum yang membuktikan,” kata dia.

Faizal dalam akunnya menuliskan 'Mestinya Polri&Pemerintah bertindak tegas, awasi kantor PKS di seluruh Jawa Timur. Selidiki dugaan keterlibatan kader & loyalis PKS atas teror bom Gereja di Surabaya. Jgn lengah, sikap nyinyiran mrk di medsos telah memicu aksi teroris makin agresif bertindak biadab! *FA*,” tulis Faizal.

“Tepat 6 Mei 2011 Presiden PKS @anismatta mendeklarasikan diri sbg pemuja gembong teroris Osama Bin Laden, maka PKS tlh resmi mnjadi pembela kejahatan teroris. Hasilnya kini aksi kebiadaban teroris tumbuh subur bersama perilaku radikalisme kader & elite PKS bertopeng agama! *FA*,” tulis Faizal di akun twitter @faizalassegaf. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar