GMBI Desak Kajari Bekasi Tahan Hotman Pane

Rabu, 20 September 2017 | 15:39 WIB
Share Tweet Share

Massa LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, saat mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, Rabu (20/9/2017). [foto: istimewa]

[BEKASI] Ratusan massa dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi, mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi, Rabu (20/9/2017).

Kedatangan massa tersebut untuk mendesak aparat penegak hukum segera menetapkan tersangka dan melakukan penahanan terhadap Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bekasi, Hotman Pane.

Di sela-sela aksi tersebut Ketua Investigasi LSM GMBI Distrik Kota Bekasi, Delvin Chaniago, menjelaskan bahwa pada tahun 2016 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi, Organda Kota Bekasi mendapatkan dana hibah/bansos sebesar Rp350 juta.     

“Dana hibah Rp350 juta itu dicairkan dalam 3 tahap. Pertama Rp150 juta, Rp100 juta dan terakhir Rp100 juta. Dalam laporan yang kita duga fiktif itu, disebutkan untuk pengadaan membeluer dan pembekalan para pengurus kelompok kerja DPC Organda Kota Bekasi,” papar Delvin.

Terkait hal tersebut, LSM GMBI Distrik Kota Bekasi sebelumnya sudah mengirimkan laporan ke Kejari Bekasi.

Dalam kasus ini, pihak Kejari Bekasi sudah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk Ketua Organda Kota Bekasi, Hotman Pane.

Hotman Pane diduga kuat paling bertanggung jawab dalam penyalahgunaan dana hibah tersebut.

“Kita LSM GMBI dalam waktu sesingkat-singkatnya mendesak Kajari Bekasi untuk segera menetapkan status tersangka Hotman Pane dan segera melakukan penahanan. Kita ngak mau Kejari Bekasi tumpul dalam kasus ini dikarenakan adanya pengaruh kedekatan satu seragam dalam keluarga,” tandas Delvin.

LSM GMBI, imbuhnya, dalam kasus ini siap menjadi garda terdepan untuk mengawal perjalanan proses hukum yang bersangkutan dalam penyalahgunaan dana hibah.

“Kita akan terus kawal proses hukumnya. Jika ada keganjilan dalam prosesnya, tidak menutup kemungkinan kita akan kembali aksi, bila perlu sampai ke Kejati Jawa Barat,” tegas Delvin.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar