Terlibat Bisnis Narkoba, Polisi Tembak Mati Wali Kota Ini  

Minggu, 06 Agustus 2017 | 19:12 WIB
Share Tweet Share

Ilustrasi

[MANILA] Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Rabu (2/8/2017), membela satu serangan polisi yang menewaskan seorang wali kota atas dugaan terkait dengan perdagangan narkoba yang juga melibatkan 14 orang lainnya.

Duterte telah berulang kali membela polisi yang melakukan perang mematikan terhadap narkoba dan menyebut para pejabat sebagai "politikus narkoba".

Ketiga wali kota itu ditembak mati setelah presiden menuduh mereka terlibat dalam rantai peredaran narkoba.

Para aktivis hak asasi manusia dan beberapa anggota parlemen menyerukan penyelidikan atas pembunuhan Reynaldo Parojinog, wali kota di kota Ozamiz di Mindanao, dan 14 orang lainnya dalam serangan di rumah Parojinog, Minggu (30/7/2017).

Kelompok-kelompok HAM mengatakan, tindakan Duterte dapat dikategorikan ke dalam kelompok kejahatan terhadap kemanusiaan.

Duterte menyebut Parojinog tahun lalu sebagai salah satu wali kota, polisi, dan hakim yang terlibat dalam rantai perdagangan narkoba secara ilegal. Dalam penggerebekan pada hari Minggu lalu, para pendukung Parojinog terlibat baku tembak.

Sedangkan Presiden Duterte menolak kritik atas serangan itu, termasuk mengapa hal tersebut dilakukan pada malam hari.

"Polisi bisa pergi kapan saja untuk menangkap dan saya akan membela polisi," kata Duterte dalam sebuah pidato.

"Saya akan bertanggung jawab. Saya akan mengatakan, saya memerintahkannya. Kenapa menyalahkan polisi? Siapa yang cukup bodoh melakukan bisnis narkoba pada siang hari?" tuturnya.

Sejak Duterte menjabat lebih dari satu tahun lalu, polisi telah melaporkan pembunuhan hampir 3.200 orang dalam perang melawan narkoba. Lebih dari 2.000 orang terbunuh dalam kasus narkoba.

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar