Sebanyak 148 WNA Penipu Kejahatan Siber Dipulangkan  

Kamis, 03 Agustus 2017 | 09:54 WIB
Share Tweet Share

Istimewa

[JAKARTA] Sebanyak 148 orang Warga Negara Asing (WNA) sindikat kejahatan siber asal China dan Taiwan dipulangkan ke negaranya asalnya masing-masing. Mereka dibawa langsung dari Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (3/8/2017) pukul 07.00 WIB.

Sindikat yang dibekuk di Jakarta ada sebanyak 29 orang memakai kaos warna oranye. Kemudian yang tangkap di Bali 32 orang dengan kaos merah muda, dan Surabayak 92 orang mengenakan kaos biru. Sementara 5 orang yang merupakan Warga Negara Indonesia asal Bali, dipisahkan dari WNA.

Selain menggunakan kaos, mereka juga diminta mengenakan pita yang diikat di lengan kiri sebagai penanda.

Di antara mereka ada yang hanya berperan sebagai penerjemah dan sopir. Nantinya status hukum yang bersangkutan akan diserahkan kepada pihak kepolisian negara setempat.

"Sejauh ini mereka belum tahu bakal dipidana," tutur petugas di lokasi yang enggan disebut namanya.

Nantinya, kepolisian Polda Metro Jaya akan melakukan penyerahan di Bandara Soekarno-Hatta bersama dengan pihak Kepolisian China.

Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya mengungkap kejahatan penipuan melalui telepon atau phone fraud. Tiga lokasi di Indonesia menjadi markas para pelaku melakukan kejahatannya adalah Surabaya, Jakarta, dan Bali.

Penangkapan 148 pelaku tersebut juga merupakan kerja sama dengan kepolisian China

Sindikat ini berasal dari China dan Taiwan. Modusnya, dengan menggunakan data-data nasabah bank di China dan Taiwan, sindikat itu menghubungi para korban yang merupakan pejabat di China dan Taiwan. Lalu mereka menyamar seolah-olah dari instansi penegak hukum di negara tersebut.

Para sindikat itu ada yang berpura-pura sebagai polisi, jaksa atau petugas bank. Kemudian mereka mengatakan kepada korban, bahwa si korban sedang diselidiki karena terkait kasus pidana.

Setelah para korban ketakutan, lalu para sindikat ini meminta sejumlah uang untuk ditransfer kepada mereka. Tujuannya untuk menghentikan kasus pidana yang seolah-olah sedang mereka lakukan.

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar