Benny Harman: Pengawasan Lapas Kerobokan Lemah

Sabtu, 08 Juli 2017 | 07:36 WIB
Share Tweet Share

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Benny K. Harman. [foto: antaranews.com]

[DENPASAR] Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman, menuding pengawasan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, sangat lemah.

Buktinya, empat narapidana asing beberapa waktu lalu, kabur dari Lapas Kerobokan. Mereka kabur melalui sebuah lubang di Lapas terbesar di Pulau Dewata itu.

"Ini mengindikasikan lemahnya pengawasan yang dilakukan di lapas ini," kata Benny Harman, saat meninjau Lapas Kerobokan bersama anggota Komisi III DPR RI lainnya, Jumat (7/7/2017).

Menurut politikus Partai Demokrat itu, ada unsur kesengajaan yang perlu diselidiki aparat terkait, mengingat lubang dengan panjang sekitar 15 meter dengan kedalaman sekitar tiga meter tersebut, tanpa diketahui petugas Lapas.

"Bagaimana mungkin lubang sepanjang 15 meter itu digali, kemudian tanahnya dibawa ke mana? Kalau ada patroli di Lapas, pasti ditemukan, pasti diketahui. Dugaan kuatnya ada kesengajaan," ujarnya.

Menggali lubang membentuk terowongan di bawah tembok sebelah barat Lapas hingga langsung tembus ke jalan raya, menurut Benny Harman, tentu memerlukan waktu yang tidak singkat.

Karena itu, unsur kelalaian dari petugas Lapas juga perlu diselidiki aparat kepolisian yang saat ini menangani kasus tersebut.

Ia juga meminta pemerintah, untuk membentuk tim penyelidikan khusus yang disebutnya sebagai Tim Pencari Fakta (Fact Finding).

Tim dimaksud bertugas khusus menyelidiki kaburnya empat narapidana asing tersebut.

Terkait pihak Lapas Kerobokan yang mengaku kekurangan petugas sehingga upaya pengawasan menjadi tidak maksimal, Benny Harman mengaku hal tersebut bukan sebuah alasan.

"Itu tidak ada alasan, kalau jalan keliling saja pasti ditemukan (lubang) itu," tegasnya.

Sejumlah anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, HAM dan keamanan itu secara khusus meninjau Lapas Kerobokan, dalam rangka kunjungan kerja spesifik pascakaburnya empat narapidana asing.

Selain meminta penyelidikan intensif, wakil rakyat asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur itu juga mengharapkan agar pemerintah memindahkan sebagian warga binaan ke Lapas lain yang masih bisa menampung atau menambah kapasitas di Lapas tersebut.

Pasalnya, Lapas Kerobokan juga menyisakan permasalahan yakni kelebihan kapasitas. Seharusnya, Lapas itu menampung sekitar 300 orang napi, namun saat ini dihuni sekitar 1.300 orang.

"Tergantung pemerintah. Bisa membangun Lapas atau dipindahkan atau membangun lagi di sini ditingkatkan atau dipindahkan ke Lapas di Bali yang belum `over` atau yang lain bisa dibawa ke Nusa Kambangan untuk narapidana tertentu," kata Benny Harman.

Hingga saat ini aparat terkait masih mengejar dua narapidana yang masih kabur, yakni Shaun Edward Davidson alias Eddie Lonsdale alias Michael John Bayman Bin Eddi (33) dari Australia dan Tee Kok King Bin Tee Kim Sai (50) dari Malaysia.

Sedangkan dua lainnya, yakni Dimitar Nikolov Iliev dari Bulgaria dan Sayed Mohammed Said dari India, sudah ditangkap di Dili, Timor Leste.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar