Profesor Penghina Jokowi Ditangkap Polisi

Selasa, 06 Juni 2017 | 19:21 WIB
Share Tweet Share

Tamim Pardede Diperiksa Polisi di Mabes Polri

[JAKARTA] Tamim Pardede yang mengaku sebagai Profesor bidang Biokimia, ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana UU ITE oleh Bareskrim Polri di Jakarta , Selasa (6/6).

Tamim diduga menyebar kebencian di media social, dengan menyebut  Presiden Jokowi sebagai pendukung PKI dan meminta Presiden untuk melakukan tes DNA untuk membuktikan tudingan tersebut.

Selain menghina Jokowi, di akun Youtube dan sejumlah akun Facebook miliknya, Tamim menulis sejumlah status yang mengungkapkan kebencian mendalam terhadap Mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan  terhadap golongan etnis tertentu.

Polisi menangkap Tamim pada pukul 00.15, Selasa (6/6) dini hari, di Jl. H Royani 1 Nomor 19, RT/RW 05/03, Karet,  Setiabudi, Jakarta Selatan.

Polisi menyita sejumlah barang bukti yaitu satu buah laptop dan HP yang terdapat akun YOUTUBE dan video rekaman asli dengan konten SARA dan penghinaan terhadap pemerintah. Saat ini, Tamim tengah disidik oleh Dit Tipidsiber, Bareskrim Polri di Jakarta.

Berdasarkan penelusuran Indonesiakoran.com, Facebook milik Tamim dengan akun Prof. Tamim Pardede @Bangtamimpardede, mengandung banyak ujaran kebencian terhadap pemerintah khususnya Presiden Joko Widodo.

Dalam video yang diunggah pada 22 Januari 2017 di Facebook, Tamin menyebut Jokowi sebagai presiden yang tidak mempunyai hati nurani karena membiarkan pendemo  212 berjalan kaki dari Ciamis menuju Jakarta.

“Bagaimana seorang Presiden yang mengaku bapanya sudah haji, ibunya sudah haji, membiarkan para pendemo yang jalan kaki dari Ciamis sampai ke Indonesia, tidak ada perintah sedikit pun untuk selamatkan mereka. Bagaimana letak hati nurani seorang presiden dan Kapolri. Artinya memang Presiden disini mengingini kaum Muslimin tersiksa,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Tamim juga menghina gelar Haji yang disandang oleh Jokowi. “Katanya Haji, kapan Dia haji itu. Sama siapa, tahun berapa,” tegasnya. Tamin juga menuduh Jokowi sebagai presiden yang tidak ingin PKI dibumihanguskan di Indonesia.

Pria yang sering berpenampilan nyentrik dan berambut gondrong ini, bersahabat baik dengan Bambang Tri Mulyono, penulis buku 'Jokowi Undercover', yang  divonis hukuman 3 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah. Majelis hakim PN Blora menilai Bambang bersalah telah menyebarkan ujaran kebencian melalui media sosial, yakni Facebook, dengan akun Bambang Tri.  

“Terkait dengan kasus Bambang Tri, mengenai bukunya Jokowi Undercover, Muhammad Tamim Pardede menyatakan, saya berpihak kepada Bambang Tri,” tegas Tamim Pardede melalui video berdurasi 3 menit satu detik yang diunggah di youtube, 5 Januari 2017.

Dalam video yang sama, Tamim meminta Jokowi untuk melakukan tes DNA, untuk membuktikan bahwa Jokowi bukan keturunan PKI.“Benar atau tidaknya Bambang Tri, benar atau tidaknya Jokowi, hanya ada satu cara menentukan, yaitu tes DNA,” tambah Tamim Pardede.

Tamim menyesalkan tindakan kepolisian yang telah menetapkan Bambang Tri sebagai tersangka. Ia meminta agar polisi bertindak profesional.“Jadi yang namanya polisi, jangan banyakan b**ot ya, jangan sok-sok. Saat ini belum apa-apa sudah menyalahkan Bambang Tri. Itu semua membenarkan junjungan kalian itu,” tegas Tamim.

Reporter: Yuliana Prisnawati
Editor: L. Mbo


Berita Terkait

Komentar