Kapolres Manggarai: Terlapor Belum Bisa Ditangkap Karena Belum Cukup Bukti

Kamis, 25 Mei 2017 | 23:51 WIB
Share Tweet Share

Foto: Istimewa

[JAKARTA] Terkait pemberitaan dari media online ini (indonesiakoran.com), Kapolres Manggarai AKBP Marselis Sarimin Karong memberikan klarifikasi terkait desakan TPDI dan pemberitaan media.

Pemberitaan yang di muat indonesiakoran.com pada hari Kamis, 25 Mei 2017 seperti berikut ini:

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Salestinus akan meminta Kapolda NTT memencopot jabatan Kapolres Manggarai. Ia menilai Kapolres Manggarai lamban dalam menangani kasus Veronika Jeramu dan dan suaminya Kons Hati.

Keluarga Veronika Jeramu dan Kons Hati  yang nyaris dibunuh dengan menggunakan parang oleh pelaku bernama Yeremias Lete, yang juga tetangganya sendiri.

“Jangankan yang nyaris terbunuh yang sudah dibunuhpun Polisi masih enggan bertindak kalau belum diprotes atau didemo oleh masyarakat”. Kata Salestinus.

Salestinus Menegaskan model penanganan Kapolres Manggarai dalam kasus ini bisa dikatakan sebagai  menabur angin akan menuai badai dan badai.  “Polisi seakan-akan sedang menabur angin untuk menuai badai. TPDI akan meminta Kapolda NTT memencopot jabatan Kapolres Manggarai “. Tegas Salestinus

Salestinus menilai kinerja Polisi di NTT rata-rata sangat lamban bahkan ketika menghadapi kasus kekerasan fisik atau ancaman pembunuhan yang terjadi diantara sesama warga. Lambannya Polisi bertindak sudah menjadi rahasia umum, sehingga terkesan nyawa orang NTT dimata anggota Polisi di NTT seolah-olah tidak berharga.

Ia meminta kepada Kapolri maupun Kapolda NTT untuk mempertimbangkan kembali penempatan personil Polisi di NTT. “Tempatilah personil polisi yang berkualitas dan berintegritas baik, dan akhiri penempatan personalia anggota Polri di NTT dengan kualitas rendah sebagaimana selama ini terjadi”, Pinta Salestinus

AKBP Marselis Sarimin Karrong mengatakan bahwa untuk melakukan penangkapan pelaku tindak pidana, harus memiliki cukup bukti.

“ Tindakan penangkapan ini dilakukan terhadap seseorang yang diduga keras telah melakukan tindak pidana jika berdasarkan bukti permulaan yang cukup” . ungkap Marselis saat di wawancarai media indonesiakoran.com pada kamis 25 Mei 2017 pukul 17.00. 

Marselis menambahkan bahwa laporan masyarakat terkait kasus ini sudah diterima oleh pihak kepolisian, namun buktinya belum cukup.

“ Kalau laporan, memang kami sudah terima, tetapi buktinya belum cukup sehingga kami belum bisa melakukan penangkapan”, tambahnya.

Ia juga mengharapkan agar teman-teman media yang memuat sebelumnya agar bisa lebih  cermat dan mendengarkan baik-baik penjelasan yang disampaikan sebelumnya.

“ saya mengharapkan agar teman-teman lebih cermat dalam menanggapinya, sehingga pemberitaan yang disampaikan ke public juga bisa lebih baik”, Tutupnya.

 

Editor: Marianus Marchelus


Berita Terkait

Komentar