Philip, Dulu Tukang Kebun Kini Jajal Panggung The Voice Indonesia

Jumat, 08 Februari 2019 | 14:44 WIB
Share Tweet Share

Philipus Yoseph Lagabelo. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Philip menjadi salah satu peserta yang lolos babak knockout ajang The Voice Indonesia 2019. Pria kelahiran Bajawa, Flores, 2 Februari 1989 ini bersyukur karena mendapat kesempatan untuk adu bakat menyanyi bersama kontestan lainnya yang lolos 32 besar.

Bagi pemilik nama lengkap Philipus Yoseph Lagabelo ini, panggung The Voice Indonesia adalah ajang pembuktian bakatnya menyanyi selama ini. Apalagi sebelum lolos sebagai peserta The Voice Indonesia, ayah dua anak ini bekerja sebagai penyanyi di sejumlah cafe di Pulau Dewata.

"Saya bersyukur, karena mendapatkan kesempatan ini. Semoga di ajang The Voice ini saya bisa memberikan yang terbaik," kata Philip, kepada indonesiakoran.com, di sela-sela penampilan di Casablanca Sanur, Denpasar, beberapa malam lalu.

Untuk tampil di babak knockout, Philip tak melakukan persiapan khusus. Bahkan putra NTT itu tak mengurangi jadwal manggung yang merupakan rutinitasnya di Bali.

"Saya tetap beraktivitas seperti biasa. Jadi tidak ada persiapan khusus untuk tampil di ajang The Voice," ucapnya.

Screenshot_2019-02-08-14-02-48_com.outthinking.collagelayout_1549611835608

Sejak 2014, Philip mengadu nasib ke Pulau Dewata. Sebelum bekerja sebagai penyanyi di tempat hiburan malam di Bali, Philip bahkan sempat menjadi tukang kebun. Selanjutnya karena memiliki kemampuan berbahasa Inggris, Philip juga menyibukkan diri dengan bekerja sebagai sopir dan mengantar tamu.

"Sebelum ke Bali, saya sempat setahun merantau ke Jakarta. Saya bekerja serabutan di sana. Karena tidak kuat hidup di ibukota, saya akhirnya pulang kampung. Selanjutnya saya kembali merantau ke Bali sejak 2014 sampai sekarang," beber Philip.

Jauh sebelum merantau, Philip banyak menghabiskan waktu di kampung halamannya di Bajawa, Flores, Nusa Tenggara Timur. Selama di Bajawa, Philip bahkan bekerja sebagai penjual ikan.

Screenshot_2019-02-08-14-02-48_com.outthinking.collagelayout_1549611816609

"Jadi dulu di kampung, saya bekerja sebagai penjual ikan. Terus merantau ke Jakarta, kerja serabutan. Sementara di Bali, sempat jadi tukang kebun, kemudian mengantar tamu, sebelum akhirnya menyanyi di tempat hiburan malam sampai sekarang ini," pungkas Philip.

Ia pun meminta dukungan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga NTT, untuk perjalanannya di panggung The Voice Indonesia kali ini.

"Saya mohon dukungan seluruh masyarakat Indonesia, lebih khusus masyarakat NTT. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di panggung The Voice Indonesia," pungkas Philip.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar