Selangkah Lagi Marsekal Hadi Jadi Orang Nomor Satu di TNI

Rabu, 06 Desember 2017 | 18:47 WIB
Share Tweet Share

kharis

[JAKARTA]-- Tinggal selangkah lagi, Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi orang satu di jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Setelah melakukan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) terhadap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Rabu (6/12) siang, Komisi I DPR RI akhirnya menyetujui Kepala Staf Angkatan Usara (KSAU) tersebut menggantikan posisi Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan itu yang dipimpin Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharus Almasyhari, Komisi I DPR yang membidangi pertahanan tersebut mendengarkan visi, misi dan melakukan pendalaman terhadap calon Panglima TNI tersebut.

"Setelah melaksanakan uji kelayakan dan kepatutan serta pandangan dari seluruh fraksi, Komisi I DPR memberikan persetujuan kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI,” kata Abdul Kharis.

Politisi senior PKS ini mengatakan, seluruh anggota Komisi I DPR menilai Hadi Tjahjanto memiliki rekam jejak yang mumpuni sebagai Kepala Staf TNI AU. Dia juga dinilai memenuhi syarat dan memiliki kecakapan dalam mengemban tugas sebagai Panglima TNI.

Komisi I DPR juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI. Komisi I DPR memberikan apresiasi kepada Gatot Nurmantyo atas dedikasi, kesungguhan, profesionalisme dan kecakapan dalam memimpin TNI serta kinerja yang dicapai sebagai Panglima TNI.

“Kita harapkan semoga capaian-capaian positif beliau dilanjutkan dan dikembangkan oleh Panglima TNI berikutnya,” harap anggota Fraksi PKS dari Dapil Jawa Tengah tersebut.

Dipaparkan, mekanisme pemberian persetujuan calon Panglima TNI terbagi menjadi tiga tahap. Diawali dengan melakukan penelitian administrasi calon, dilanjutkan dengan penyampaian visi, misi calon dan pendalaman, serta diakhiri dengan pengambilan keputusan melalui pandangan fraksi-fraksi dan Anggota Komisi I DPR.

“Adapun terkait hal-hal apa saja yang ditanyakan kepada calon Panglima TNI, terutama ada tiga hal yang ditanyakan oleh Anggota Komisi I DPR, yakni kepemimpinan, profesionalitas dan integritas. Selain itu, Komisi I DPR juga menekankan kepada calon Panglima TNI untuk menjaga dan merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Dikatakan, setelah persetujuan dari Komisi I DPR RI, pihaknya akan segera mengirimkan surat kepada Pimpinan DPR untuk diadakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) atau rapat pengganti Bamus guna penjadwalan pembacaaan laporan Komisi I DPR di Paripurna.

“Kita menunggu dari Pimpinan DPR untuk pembacaan laporan di Paripurna. Setelah dibacakan di Paripurna, maka Pimpinan DPR akan berkirim surat kepada Presiden, dan selanjutnya akan dilantik oleh Presiden. Bagi kami, pelantikan semakin cepat semakin baik,” jelas dia.

Sementara itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengapresiasi proses uji kepatutan dan kelayakan yang telah berjalan lancar. Proses uji kelayakan dan kepatutan yang dilaksanakan dari siang sampai sore hari ini, sesuai dengan tahapan.

"Mulai dari paparan visi dan misi, kemudian menyampaikan kebijakan dan strategi, dan dilanjutkan pandangan fraksi-fraksi dapat berjalan dengan baik. Syukur alhamdulilah, berkat doa semuanya,” demikian Hadi Tjahjanto. [A/3]

Editor: Akhir Tanjung

Tag:

Berita Terkait

Komentar