Sukses Jadi Advokat, Danggur Konradus Tetap Sederhana dan Rendah Hati

Senin, 13 April 2020 | 12:38 WIB
Share Tweet Share

Dr. Danggur Konradus, S.H, M.H (Tengah)

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Tak semua orang ketika sukses meniti karier akan tetap bersikap sederhana, rendah hati dan perduli terhadap sesama. Namun lain halnya yang terjadi dalam diri Danggur Konradus. Meski dirinya telah sukses meniti karier menjadi pengacara kondang di Ibu Kota Negara, tapi sikapnya tetap sederhana, rendah hati dan selalu perduli terhadap sesama.

Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tenggah ini memulai profesinya sebagai advokat sejak tahun 1995. Ia merupakan lulus Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Tahun 1989 dan tahun 1996 ia diangkat menjadi Advokat oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia.

Saat ditemui indonesiakoran.com, beberapa waktu lalu di kantornya di Wisma Mitra Sunter Lt. 8 R.02 Jl. Yos Sudarso Kav. 89, Jakarta Utara, Danggur Konradus banyak berceritera tantang penegakan hukum di Indonesia serta penerapan nilai-nilai hakiki hukum sebagai panglima tertinggi dalam negara demokrasi.   

Pengalamannya dibidang hukum tak diragukan lagi. Ia merupakan pengacara dengan spesialisasi pasar modal dan hukum perusahaan. Pernah menjadi Advokat dan Konsultan Hukum pada kantor Barnabas Banggur & Associates. Partners pendiri Law Firm E.Y. Kanter & Rekan. Ia juga pernah menjadi tim inti menangani kasus skala besar dan menangani beberapa perusahaan yang melepaskan sahamnya kepada masyarakat dan obligasi, diantaranya Obligasi PLN I s/d Obligasi PLN VII (dari tahun 1992-1997); Obligasi BPD Sulawesi Utara dan Jawa Barat, Rencana IPO Danpenbun Nusantara dan Penawaran Umum Terbatas saham PT. Advista Pool Indonesia (2009). Tahun 2001 mendirikan Law Office Danggur Konradus & Partners.

Sebagai seorang doktor ilmu hukum, Danggur Konradus aktif mengaplikasikan ilmu melalui menulis di berbagai media nasional maupun daerah serta menjadi seorang dosen.

Tokoh asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini menyelesaikan program Doktral 2019 lalu dengan disertasi Rekonstruksi Politik Hukum Konservasi Hutan Taman Wisata Alam Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal. Studi pengakuan dan perlindungan hak ulayat MA Colol Manggarai, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Disertasi ini sangat berbobot sebab Danggur Konradus menawarkan pola Link Commune (link-co) dalam pengelolaan kawasan hutan taman wisata alam dengan politik hukum Link Komune untuk membantah politik hukum mono tafsir, yang pada subtasinya melibatkan semua komponen termasuk masyarakat adat dengan basis dasar pengelolaan berdasarkan kearifan lokal masyarakat adat.

Kesuksesan Danggur Konradus tak datang begitu saja. Ia telah ditempa melalui lika liku hidupnya yang penuh tantangan. Putta kelahiran Lolang, Desa Jaong, Panglembor Kecamatan Satar Mese, Manggarai-Flores, NTT, 1962 silam ini pernah menjadi Office Boy hingga meraih gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan.

Anak dari pasangan suami-istri Nobertus Nopong dan Lusia Laus ini, sejak kecil telah ditanamkan semangat juang dengan menekankan pada pendidikan terbaik baginya. Sebab bagi kedua orang tuanya hanya melalui Pendidikan seseorang bisa merubah masa depan. Berbagai macam petuah dan nasihat kedua orang tuanya, membuat Danggur Konradus perlahan-lahan berjuang sekuat tenaga menapaki hidupnya hingga menjadi seorang pengcara suskses.

Ketekunan dan kesetiaannya dalam menjalani setiap litani hidup serta mengikuti sepenuhnya nasihat kedua orangtua yang selalu melekat dalam pikiran dan ingatannya membuat Danggur Konradus tak pernah patah semangat.

Danggur Konradus menyelesaikan Pendidikan SD di Sekolah Dasar Katolik (SDK) Jaong tahun 1975. Usai Pendidikan SD ia melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Negeri Iteng tahun 1977, dan  melanjutkan Pendidikan menengah atas di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Setia Bhakti Ruteng.

Usai menyelesaikan SPG tahun 1981, Danggur Konradus mulai tertarik dengan dunia hukum. Ketertarikan Danggur Konradus atas inspirasi sikap bijak sang ayah yang selalu menekankan nilai-nilai hukum dalam keluarga dan masyarakat. Ia kemudia membulatkan niat dan tekatnya hijrah ke Ibu Kota Negara, Jakarta dan memilih melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI), Jakarta.

Can If, You Think You Can 'Anda pasti bisa bila anda berpikir bisa'

Hidup di kota besar tentu tak mudah, apalagi tak didukung dengan kemampuan finasial orang tua yang serba pas-pasan sebagai petani. Namun kegigihan dan semangat juang Danggur Konradus tak pernah luntur untuk meraih kesuksesan. Dalam dirinya, ia menanamkan prinsip hidup You Can If, You Think You Can “Anda pasti bisa bila anda berpikir bisa”. Kata-kata positif ini menjadi salah satu modal utama dalam diri Danggur Konradus.

Di tengah keterbatasan kemampuan orang tua, guna menyambung hidup dan melanjutkan kuliah, Danggur Konradus menjalankan berbagai macam pekerjaan, mulai menjadi office boy (pesuruh), pembantu, Kernek hingga jadi sopir.  Ragam pekerjaan ini mengantar Danggur Konradus berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Sarjana Hukum tahun 1985.

Selepas mendapat gelar Sarjana Hukum Danggur Konradus memulai kariernya di kantor Bernabas Banggur, yang merupakan satu-satunya pengacara ternama Indonesia asal NTT, saat itu. Selain satu-satunya pengacara ternama Indonesia asal NTT kala itu, Bernabas Banggur juga merupakan paman Danggur Konradus sendiri.

Berkat usaha kerasnya melalui tempaan realitas hidup yang pelik dan pahit, menjadikan diri Danggur Konradus sebagai seorang pejuang membuka jalan pembebasan bagi dirinya. Setelah beberapa tahun  mengabdi dan berkarya di kantor sang paman, Danggur Konradus kemudian memilih untuk berdiri sendiri dan mendirikan  Law Office Danggur K, SH, MH and Parners.

Suami dari Ners. Cecilia Heni Agustinawati dan ayah dari A. Mallofiks Danggur M.V. Louliana Danggur, dan A. Nooc Panga Pa’ang ini dikenal sebagai sosok yang humoris, rendah hati, namun tetap tegas dalam pendirian.

Saat mahasiswa ia aktif berorganisasi seperti organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan organisasi gereja bahkan hingga saat ini pun ia masih menjadi anggota Dewan Paroki St. Yoseph Matraman Jakarta.  Tokoh bersahaja ini juga pernah menjabat sebagai Balitbang Bidang Luar Negeri Partai Demokrat. (Sumber: Wawancara dan berbagai sumber lainnya)

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar