AMD: Lahir dari Keluarga Puri, Besar Bersama Rakyat

Jumat, 04 Oktober 2019 | 12:12 WIB
Share Tweet Share

Dr Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH, MH, MKn. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama Dr Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH, MH, MKn, beberapa waktu belakangan menarik perhatian publik, khususnya di Kota Denpasar. Maklum Agung Manik Danendra (AMD), begitu sapaan akrabnya, dikabarkan akan ikut bertarung pada Pilkada Kota Denpasar 2020 mendatang.

AMD memang bukan sosok baru di percaturan politik di Pulau Dewata. Sebab beberapa kali ia menjadi otak di balik pembentukan partai politik di tingkat Provinsi Bali. Ia juga sangat aktif dalam sejumlah organisasi. Namun karena menggeluti profesi sebagai notaris, AMD selama ini hanya tampil sebagai pengamat politik.

Lalu seperti apa sosok AMD? Bagaimana kiprahnya di masyarakat hingga panggung politik?

IMG_20191004_130904

AMD diapit Raja Kesiman AA Ngurah Kusuma Wardana dan Sekkot Denpasar AA Ngurah Rai Iswara, dalam sebuah kesempatan. [foto: istimewa]

Lahir dari Keluarga Puri

AMD lahir di Denpasar tanggal 17 September 1972. Ia menyandang sebutan Ratu Agung Ngurah Tegal Denpasar. Maklum, AMD berasal dari Puri Tegal Denpasar, Pemecutan, Bali.

Suami dari Cokorda Istri Kumarawati Pemayun, AmdKeu, ini merupakan putra dari almarhum Drs Anak Agung Ngurah Widura, yang tak lain adalah Ketua Legium Veteran Pemecutan Badung dan pernah duduk sebagai Kepala Inspeksi Pendidikan Masyarakat Kabupaten Badung tahun 1967. Adapun kakek AMD, almarhum I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan, merupakan pendiri sekaligus Bendesa Adat pertama Denpasar pada tahun 1930-an.

AMD bersama istri Cokorda Istri Kumarawati Pemayun, dianugerahi tiga anak, yakni Anak Agung Ngurah Kesawa Putra Daneswara, Anak Agung Ngurah Kresnaninggrat Daneswara, dan Anak Agung Ngurah Cakrabawa Ramaswara.

IMG_20191004_130927

AMD (tengah) bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ketua Paiketan Pinandita Arya Wang Bang Pinatih Bali. [foto: istimewa]

Sang Ayah Ajarkan Membumi Bersama Rakyat

Lahir sebagai orang Puri, ternyata tak membuat AMD tepuk dada. Sejak kecil, sang ayah mengajarkannya tentang hidup yang membumi dan cair bersama rakyat. Bahkan almarhum ayahnya, Anak Agung Ngurah Widura, pernah mengabdi sebagai Kepala Inspeksi Pendidikan Masyarakat Kabupaten Badung.

"Saya dilahirkan dari Keluarga Puri. Tapi orangtua saya mengajarkan untuk selalu bersama rakyat. Bahkan ayah saya juga pernah duduk sebagai Kepala Inspeksi Pendidikan Masyarakat Kabupaten Badung," tutur AMD, saat ditemui di Denpasar, beberapa waktu lalu.

Itu pula sebabnya, ruang pergaulan AMD sudah dibentuk sejak kecil. Ia berteman dengan siapa saja dan bahkan mengajak mereka berhimpun dalam organisasasi.

"Sejak kecil saya memiliki banyak teman yang bisa saya ajak berorganisasi. Jadi, saya merasa sejak kecil memang besar bersama masyarakat, karena diajarkan oleh orangtua saya sendiri untuk selalu bersama rakyat," ucapnya.

IMG_20191004_131016

AMD dengan anaknya bersama petani di sawah. [foto: istimewa]

Aktif Berorganisasi Sejak SMA

Ajaran orangtua sejak kecil, ternyata menjadi bekal penting bagi AMD di bangku sekolah hingga hidup bermasyarakat. AMD bahkan sudah mulai aktif berorganisasi sejak menempuh pendidikan di SMA Negeri 3 Denpasar (1988-1991).

"Dalam hal berorganisasi, sejak di SMA Negeri 3 Denpasar, saya sudah berkiprah. Saya bahkan mendirikan Forum Koperasi Siswa Sekolah waktu itu. Jadi sejak siswa sudah senang berorganisasi dan selama menjadi mahasiswa hingga kemudian menggeluti profesi, organisasi adalah bagian dari hidup saya," kata AMD.

"Sekali lagi, semua ini karena sejak kecil orangtua saya mengajarkan bahwa jangan hanya fokus di pelajaran saja, tapi hidup bersama masyarakat juga melalui organisasi," imbuhnya.

Kecintaan pada organisasi makin menjadi-jadi saat AMD memulai kuliah di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Sejak semester satu, ia sudah dipercaya menjadi Ketua Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana, lalu juga menjadi aktivis Senat Mahasiswa.

AMD juga pernah menjadi aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan tahun 1991, aktivis Senat Mahasiswa Universitas Udayana tahun 1992, Ketua Senat I Fakultas Hukum Universitas Udayana tahun 1994 dan lainnya.

AMD juga sempat dipercaya sebagai Manager Utama Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana pada tahun 1995 dan Pengawas pada tahun 1996. Ia juga pernah mengikuti pertukaran mahasiswa teladan ke Jepang pada tahun 1995.

IMG_20191004_131039

AMD bersama keluarga merayakan ulang tahun secara sederhana. [foto: istimewa]

Pendiri Partai Politik dan Aktif di Kegiatan Sosial Keagamaan

Berbekal pengalaman sejak SMA hingga kuliah, AMD melanjutkan kegemaran berorganisasi setelah menyandang gelar sarjana. AMD bahkan terjun ke partai politik dengan menjadi Ketua I Partai PNI BK Provinsi Bali tahun 1999. Ia juga pernah tercatat mengikuti Konvensi Partai Golkar untuk menjadi calon Wali Kota Denpasar pada tahun 2005.

AMD pernah menjadi ketua Ormas Perhimpunan Kebangsaan Provinsi Bali pada tahun 2006, yang merupakan cikal bakal berdirinya Partai Hanura. AMD juga pernah diusung oleh Koalisi Bali Dwipa, gabungan beberapa partai politik selain PDIP dan Golkar, pada tahun 2007 untuk maju dalam Pilgub Bali tahun 2008. Namun AMD mengurungkan niatnya untuk bertarung ketika itu.

Tak hanya di partai politik, AMD juga berjiwa sosial tinggi. Ia aktif di berbagai organisasi sosial, seni budaya dan keagamaan/ keumatan. AMD mendirikan Pura Majapahit di Trowulan Mojokerto tahun 2000, mendirikan Yayasan Sosial Santa Bali Santi pada tahun 2003, dan menjadi Ketua Yayasan Mitra Peduli kanker tahun 2007.

AMD juga merupakan pendiri Parahyangan Agung Prabhu Erlangga di Gunung Srawet tahun 2010 yang sampai sekarang dikenal dengan Pura Kahyangan Jagat Gunung Srawet, yang disungsung/ diusung oleh masyarakat Hindu Indonesia.

AMD juga aktif sebagai Penasehat Paiketan Pemangku Bali tahun 2010 hingga sekarang. Di bidang seni, AMD pernah menjadi Pembina Adventure Documentary Festival, 2017.

Berkat dedikasi dan pengabdiannya, AMD meraih berbagai penghargaan di berbagai bidang. Seperti penghargaan setingkat Doktoral non academic dari ADF yang melahirkan seni budaya keraton nusantara dari sejarah budaya Mataram Kuno Nusantara tahun 2017.

AMD juga inisiator Deklarasi Perang Puputan Melawan Narkoba bertempat di Keraton/ Puri Tegal Denpasar bersama Kepala BNN Komjen Drs Budi Waseso dengan Kapolda Bali dan Gubernur Bali I Made Mangku Pastika pada Desember 2017.

IMG_20191004_150933

Dr Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH, MH, MKn, bersama rekannya advokat senior Dr (C) Togar Situmorang, SH, MH, MAP serta Plt Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali Gde Sumarjaya Linggih dan pengurus DPP Partai Golkar Dewa Widiasa Nida. [foto: indonesiakoran.com/san edison]

Riwayat Hidup
Nama Lengkap: Dr Anak Agung Ngurah Manik Danendra, SH, MH, MKn
Sebutan: Ratu Agung Ngurah Tegal Denpasar
Panggilan Akrab: Agung Manik Danendra (AMD)
Asal: Puri Tegal Denpasar, Pemecutan, Bali
Lahir: Denpasar, 17 September 1972
Agama: Hindu
Pekerjaan: Notaris-PPAT

Keluarga:
Kakek: (Alm) I Gusti Ngurah Oka Pugur Pemecutan (Pendiri/ Bendesa  Adat Denpasar I, 1930-an)
Ayah: (Alm) Drs Anak Agung Ngurah Widura (Kepala Inspeksi Pendidikan  Masyarakat Kabupaten Badung 1967, Ketua Legium Veteran Pemecutan Badung)
Istri: Cokorda Istri Kumarawati Pemayun, AmdKeu
Anak:
- Anak Agung Ngurah Kesawa Putra Daneswara
- Anak Agung Ngurah Kresnaninggrat Daneswara
- Anak Agung Ngurah Cakrabawa Ramaswara

Pendidikan:
- SD Dwijendra Denpasar (1979-1985)
- SMP Negeri 2 Denpasar (1985-1988)
- SMA Negeri 3 Denpasar (1988-1991)
- S1 Fakultas Hukum Universitas Udayana, Denpasar (1991-1997)
- S2 Pendidikan Kenotariatan Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (1997-2001)
- S2 Magister Hukum Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya (2008-2010 )
- S2 Magister Kenotariatan Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta (2014-2015)
- S3 Doktoral Ilmu Pemerintahan Ugama Jakarta (2017-2019)
- Pemberian Doktoral Non Academic dari ADF, Jakarta, 2017

Pekerjaan:
- Direktur Bali Kresna Konsultan, 1998-2004
- Direktur PT Lembah Maharaja Resort, PMA, 1999-2004;
- Direktur Utama PT Anungrah Nusantara Sunya Loka Sakti, 2010- Sekarang
- Komisaris Utama PT Syrius Agung International (PMA), 2011-Sekarang
- Komisaris Utama PT Agung Lembongan Lestari, 2014-Sekarang
- Notaris-PPAT di Kota Denpasar, 2004-Sekarang
- Notaris Akta Koperasi, 2007 - Sekarang
- Notaris Pasar Modal, 2008 - Sekarang
- Komisaris PT Danendra Utama Film, 2017 - Sekarang
- Komisaris Utama PT Ratu Agung Dewata Nusantara, 2019 - Sekarang

Organisasi:
- Aktivis Forum Komunikasi Mahasiswa Kekaryaan, 1991
- Aktivis Senat Mahasiswa Universitas Udayana, 1992
- Ketua Senat I Fakultas Hukum Universitas Udayana, 1994
- Aktivis Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana,1994
- Manager Utama Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana, 1995
- Pengawas Koperasi Mahasiswa Universitas Udayana, 1996
- Manager Persatuan Sepak Bola Fakultas Hukum Universitas Udayana, 1995
- Pertukaran Mahasiswa Teladan ke Jepang, 1995
- Ketua I Partai PNI BK Prov. Bali 1999;
- Mendirikan Pura Majapahit di Trowulan Mojokerto, 2000
- Mendirikan Yayasan Sosial Santa Bali Santi, 2003
- Mendirikan Koperasi Simpan Pinjam Dana Swara Bali, 2005
- Mendirikan Kantor Cabang Perusahaan Pialang Berjangka di Bali, Jakarta Stop Exchange, 2005
- Bergabung sebagai Persekutuan Perdata Nindyo & Associates Capital Market Consulting, 2005-2007;
- Mengikuti Konvensi Partai Golkar untuk menjadi calon wali Kota Denpasar, 2005
- Ketua Ormas Perhimpunan Kebangsaan Provinsi Bali, 2006
- Ketua Yayasan Mitra Peduli Kanker, 2007
- Diusung Koalisi Bali Dwipa Gabungan beberapa partai politik non PDIP dan Golkar untuk Pilgub Bali 2008
- Pendiri Parahyangan Agung Prabhu Erlangga di Gunung Srawet, 2010
- Penasehat Paiketan Pemangku Bali, 2010 - Sekarang
- Pembina Adventure Documentary Festival, 2017

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar