Terpanggil Jadi Legislator, Rafika Siap Perjuangkan Suara Perempuan

Senin, 18 Maret 2019 | 18:12 WIB
Share Tweet Share

Calon Anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Utara dari Partai NasDem, Andi Rafika Wulan Mayasari. [foto: indonesiakoran.com/san edison] 

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Keterwakilan perempuan di parlemen sejauh ini, masih sangat minim. Di pentas politik lokal Bali misalnya, jumlah perempuan yang duduk sebagai legislator, masih 'jauh panggang dari api'.

Pada Pemilu 2004 contohnya, keterwakilan perempuan di DPRD Provinsi Bali hanya 4,5 persen. Selanjutnya pada Pemilu 2009, naik menjadi 7,3 persen. Sedangkan di Pemilu 2014 lalu, keterwakilan perempuan baru sebesar 7,5 persen. Hal tak jauh berbeda terjadi di DPRD Kabupaten/ Kota se-Bali, bahkan dengan persentase yang lebih kecil.

Kondisi ini pun menggugah nurani Andi Rafika Wulan Mayasari. Ia merasa terpanggil untuk menjadi legislator, untuk bisa memperjuangkan suara perempuan.

Perempuan kelahiran Ujung Pandang, 11 Mei 1969, ini memilih Partai NasDem sebagai kendaraan politiknya pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. Ia tampil sebagai calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Utara.

"Saya terjun ke politik, karena ingin meningkatkan wawasan politik. Kebetulan sejak tahun 2014 saya sudah mulai masuk ke panggung politik. Saya memilih Partai NasDem, karena terinspirasi dengan sosok kepemimpinan Bapak Surya Paloh. Begitu juga dengan visi besar Restorasi Indonesia yang ditawarkan Partai NasDem," kata Andi Rafika, saat tampil di acara Pojok Keren "Ngobrol Santai Ala NasDem" di Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali belum lama ini.

Setelah berdinamika di partai nomor urut 5 itu, Andi Rafika kemudian diamanatkan tampil sebagai calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Utara. Bagi Bendahara DPW Garda Wanita (Garnita) Malahayati NasDem Bali ini, menjadi caleg adalah jalannya untuk bisa memperjuangkan suara perempuan ketika dipercaya masyarakat menjadi legislator.

"Ada banyak hal terkait perempuan yang perlu disuarakan. Itu sebabnya saya terpanggil menjadi legislator, untuk bisa menyuarakan kaum perempuan," jelas Andi Rafika, yang juga Wakil Sekretaris DPD Partai NasDem Kota Denpasar.

Ia menyebut, saat ini masih minim perempuan yang bisa tembus parlemen. Itu sebabnya, banyak suara perempuan yang sulit diperjuangkan melalui lembaga legislatif.

"Yang bisa memperjuangkan perempuan, ya perempuan itu sendiri. Kenyataannya, belum banyak perempuan yang bisa tembus parlemen. Apalagi dari Dapil saya di Denpasar Utara, belum ada perempuan yang bisa tembus ke parlemen," tutur Andi Rafika, yang juga Sekretaris Kesatuan Keluarga Sulawesi Selatan (KKS) Bali itu.

Meski tak mudah, Andi Rafika optimis bahwa dengan berbagai usaha yang dilakukan selama ini, harapan untuk lolos sebagai wakil rakyat tetap ada.

"Prinsipnya, kita terus bekerja keras meyakinkan masyarakat, khususnya kaum perempuan sendiri. Benar menjadi ibu rumah tangga itu sibuk. Tetapi perempuan jangan sampai hanya urus dapur saja. Kita juga bisa menjadi anggota dewan, untuk memperjuangkan suara kaum perempuan," pungkas Andi Rafika

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar