Jika Dipercaya Jadi Legislator, Ini Fokus Perjuangan Widana di Tabanan

Minggu, 17 Februari 2019 | 12:35 WIB
Share Tweet Share

Ketut Widana, SPd, MM. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama Ketut Widana, SPd, MM, dipercaya Partai NasDem untuk tampil sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Tabanan nomor urut 8 Dapil IV (Kecamatan Kediri dan Marga) pada Pileg 2019.

Kepercayaan ini bukan tanpa alasan. Di samping memiliki kapasitas yang mumpuni, pria kelahiran 26 Juni 1974 itu kebetulan memang kepincut sosok Surya Paloh sekaligus visi besar Partai NasDem yakni restorasi Indonesia.

Saat tampil di Pojok Keren "Ngobrol Santai Ala NasDem" di Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali belum lama ini, Widana mengatakan, ia tertarik bergabung dengan Partai NasDem karena partai ini memiliki komitmen jelas tentang kebangsaan.

Partai NasDem, imbuhnya, juga memiliki sikap yang tegas berperang melawan korupsi. Hal itu tidak sekadar melalui slogan, namun menjalankan politik tanpa mahar.

"Selama ini, banyak yang dengungkan stop korupsi, tetapi malah banyak korupsi di partai itu sendiri. Dari dulu dalam setiap pemilihan, juga selalu menjual perubahan, tapi perubahan itu tidak jelas seperti apa, bahkan malah kebablasan," ucapnya.

"Tetapi Partai NasDem, hadir dengan mengusung gerakan perubahan, restorasi Indonesia. Partai NasDem juga komitmen dengan politik tanpa mahar. Kalau calon pemimpin maju tanpa mahar, maka ia tidak punya utang. Utangnya nol. Jadi tidak ada yang perlu dikembalikan saat ia menjabat. Ia akan tulus mengabdi untuk masyarakat. Ini nilai plus Partai NasDem," imbuh alumni Universitas Saraswati Denpasar ini.

Berangkat dari kondisi tersebut, Widana mengaku sangat percaya diri tampil sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Tabanan pada Pileg 2019 ini. Apalagi dengan latar belakang di bidang pendidikan dan pariwisata selama 20 tahun, Widana punya segudang mimpi untuk dunia pendidikan dan pariwisata di Tabanan.

Karena itu, apabila mendapat kesempatan untuk duduk sebagai legislator, ada beberapa hal yang menjadi fokus perjuangan Widana untuk Tabanan.

Salah satunya, Widana ingin memperjuangkan agar di Tabanan memiliki sekolah internasional yang memberikan peluang kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi untuk belajar.

"Saya pegang sekolah internasional di Sanur selama 6 tahun. Pendidikan di sekolah internasional itu tidak ada tekanan. Anak-anak tidak stres. Saya punya cita - cita membangun sekolah seperti itu di Tabanan. Kita buat khusus untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu," tutur Widana, yang juga telah menyelesaikan studi Magister Marketing Internasional di Surabaya ini.

Selain sekolah internasional, ia juga ingin membangun wadah khusus untuk penajaman ilmu para lulusan sekolah pariwisata. Sebab, banyak yang lulus dari sekolah pariwisata, tetapi pengetahuan mereka masih belum mendalam.

"Saya ingin bangun wadah untuk memberikan mereka pendidikan, supaya lebih tajam lagi ilmunya. Supaya mereka lebih siap di era milenial ini," tandasnya.

Selanjutnya, Widana ingin lebih banyak membantu anak-anak yang kurang beruntung agar bisa mengenyam pendidikan.

"Saya ingin membantu lebih banyak anak-anak yang kurang beruntung. Saya sendiri dari 2002, membantu 10 anak. Saya hanya membantu pembiayaan selama mereka sekolah, tidak saya jadikan anak angkat," jelas Widana.

Hal yang tak kalah penting yang akan menjadi fokus perjuangannya adalah terkait pariwisata di Tabanan. Menurut dia, Tabanan memiliki banyak objek wisata. Namun, belum semuanya ditata dengan maksimal.

"Kalau dipercaya menjadi wakil rakyat, saya ingin memperjuangkan penataan objek - objek wisata di Tabanan. Banyak objek wisata di Tabanan yang bisa kita kembangkan. Sayangnya selama ini, belum mendapat sentuhan yang cukup. Misalnya akses menuju objek wisata yang masih jauh dari perhatian," tegas Widana.

Ia juga mengaku akan memperjuangkan pemerataan pembangunan di Tabanan, termasuk di sektor infrastruktur. Sebab saat ini, infrastruktur masih lebih fokus di kota, khususnya infrastruktur jalan.

"Kita ingin infrastruktur jalan di desa itu diperkuat. Selama ini hanya di kota saja yang bagus. Sementara infrastruktur jalan di desa jauh dari perhatian," tutup Widana.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar