Puluhan Tahun Jadi Pendidik, Kini Stefanus Syukur Lirik Kursi Dewan

Sabtu, 16 Februari 2019 | 09:46 WIB
Share Tweet Share

Stefanus Syukur, AMd. [foto: istimewa]

[LABUAN BAJO, INDONESIAKORAN.COM] Nama Stefanus Syukur, AMd, tercatat cukup lama mengabdi sebagai pendidik di Kabupaten Manggarai, termasuk Kabupaten Manggarai Barat. Puluhan tahun, pria kelahiran Longgo, 4 Juni 1959, itu menjadi seorang guru.

Selama 11 tahun, Stefanus Syukur mengabdi sebagai Guru SMA Negeri 1 Ruteng. Selain itu, selama tujuh tahun alumni Fakultas Teknik Elektro Undana Kupang ini dipercaya sebagai Instruktur Guru IPA untuk SMP-SMA se-Kabupaten Manggarai (1985-1992 atau sebelum Manggarai dimekarkan menjadi tiga kabupaten).

Stefanus Syukur juga adalah sosok yang membuka Jurusan Listrik di STM Bina Kusuma Ruteng pada tahun 1984. Ia bahkan dipercaya sebagai guru Fisika/ IPA untuk SMA se-Kota Ruteng.

Selanjutnya sejak Oktober 1995, Stefanus Syukur didaulat menjadi Kepala SMP Negeri Komodo - Labuan Bajo. Selama 11 tahun, ia menahkodai sekolah ini. Bahkan saat bersamaan, Stefanus Syukur dipercaya sebagai pengawas sekaligus Kepala SMP Terbuka Negeri Komodo.

Tak berhenti di situ. Pada tahun 2005 hingga 2010, Stefanus Syukur ditunjuk sebagai Pengawas Sekolah dari TK hingga SMA/ SMK di Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat selama 5 tahun. Selanjutnya 2010-2017, Stefanus Syukur dipercaya menjadi Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas PKO Kabupaten Manggarai Barat.

Usai menuntaskan pengabdian sebagai pendidik di banyak sekolah serta pejabat di instansi pemerintahan, Stefanus Syukur kemudian memutuskan untuk terjun ke politik. Adalah Partai NasDem yang dipilih Dewan Paroki Roh Kudus Labuan Bajo itu untuk berlabuh.

Bahkan pada Pileg 2019, Stefanus Syukur dipercaya untuk tampil sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat nomor urut 10 Dapil I (Komodo, Mbeliling, Sano Nggoang, dan Boleng) oleh Partai NasDem.

"Saya terjun ke politik dan kemudian tampil sebagai calon anggota legislatif, karena saya sangat peduli dengan keadaan Manggarai Barat sebagai salah satu daerah pariwisata," tutur Stefanus Syukur, kepada indonesiakoran.com di Labuan Bajo, Jumat (15/2/2019).

Ia berpandangan, masih banyak hal yang perlu dibenahi dan diperjuangkan ke depan untuk memenuhi harapan Manggarai Barat sebagai daerah wisata unggulan di Tanah Air. Salah satunya, demikian Stefanus Syukur, adalah terkait budaya.

"Kita harus bisa hidupkan budaya. Karena budaya bisa mendatangkan banyak orang, 'menjual' Kabupaten Manggarai Barat ini. Saya lihat, lambang - lambang budaya di daerah belum terlalu tampak, kegiatan budaya juga belum serius," ucapnya.

Selanjutnya, Stefanus Syukur menyebut, sejauh ini sebagian besar masyarakat belum merasakan dampak kemajuan atau perubahan yang berkaitan langsung dengan peningkatan ekonomi mereka. Masyarakat bahkan sering meminta agar pemerintah membangun sesuatu. Namun ketika itu sudah dibangun, masyarakat justru gagap memanfaatkannya untuk mendorong peningkatan ekonomi.

"Saya selalu bilang saat tiap sosialisasi, apa yang Anda minta agar pemerintah membangun sesuai harapan Anda, tapi hasil pembangunan itu harus Anda gunakan untuk peningkatan ekonomi. Contoh, Anda minta jalan. Harus tahu, apa manfaat jalan setelah dibangun. Jangan sampai sekadar supaya saat jalan malam, tidak gelap. Kalau seperti itu, lebih baik tidak usah bangun jalan," tandas Stefanus Syukur.

"Seharusnya, jika jalan dibangun pemerintah, Anda sudah siap dengan hal lain. Misalnya memanfaatkan lahan di kiri atau kanan, untuk menanam sayur, membuka usaha seperti warung, dan lainnya. Dengan begitu, jalan yang dibangun tersebut akan berdampak secara ekonomi," imbuhnya.

Mencermati kondisi ini, selain akan berkomitmen menjalankan fungsi dewan, Stefanus Syukur juga akan lebih banyak mengedukasi masyarakat terkait peningkatan ekonomi, apabila dipercaya duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Manggarai Barat pada 17 April mendatang.

"Jadi saya berkomitmen untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena mereka memilih wakilnya, agar apa yang mereka harapkan akan terealisasi," tegas Stefanus Syukur.

Yang tidak kalah penting, menurut dia, masyarakat harus memahami bahwa memilih wakil rakyat itu jangan asal - asalan. Masyarakat harus memilih mereka yang memiliki kapasitas dan kemampuan untuk memperjuangkan aspirasi dan kebutuhannya.

"Menjadi wakil rakyat itu seharusnya memperjuangkan kebutuhan rakyat. Karena itu idealnya, masyarakat yang harus membahas, menginventarisir apa yang menjadi kebutuhan mereka. Itu kemudian yang diperjuangkan oleh wakilnya di parlemen. Jangan malah caleg yang menjanjikan mereka ini, itu, seperti yang terjadi saat ini," tuturnya.

Stefanus Syukur sendiri berkeyakinan, dirinya akan melenggang mulus ke DPRD Kabupaten Manggarai Barat. Sebab, ia tampil sebagai caleg pun atas dorongan yang kuat dari keluarga dan masyarakat umum.

"Dengan pengalaman kita selama ini, saya yakin akan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Apalagi saat bersilaturahmi dengan keluarga dan masyarakat umum, mereka sangat antusias dan berkomitmen untuk bersama - sama memuluskan perjuangan ini. Jadi saya yakin lolos, karena masyarakat di bawah juga meyakini hal tersebut," pungkas Stefanus Syukur.

Reporter: Itho Umar

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar