Pernah Jadi Kades, Buda Arka Optimis Melenggang Mulus ke ‘Melati‘

Senin, 28 Januari 2019 | 10:31 WIB
Share Tweet Share

I Made Buda Arka, SSos. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Hari pencoblosan Pemilu Legislatif (Pileg) 17 April 2019, sudah di depan mata. Baik partai politik maupun para calon anggota legislatif (Caleg) yang diusung, terus memanfaatkan waktu yang tersisa untuk meraih simpati masyarakat.

Hal serupa juga dilakukan I Made Buda Arka, SSos, calon anggota DPRD Kota Denpasar nomor urut 1 Dapil Denpasar Timur dari Partai NasDem. Ia mencoba memaksimalkan waktu yang ada untuk merebut kepercayaan pemilih.

Buda Arka yakin, kerja panjang yang dilakukan selama ini, bisa mengantarnya terpilih sebagai anggota legislatif dan berkantor di Jalan Melati Denpasar. Apalagi, urusan melayani masyarakat, bukan hal baru bagi Alumni STISPOL Wira Bhakti Denpasar ini.

Pada periode 2003 - 2009, Buda Arka dipercaya menjadi Kepala Dusun (Kadus). Selanjutnya pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2009, Buda Arka terpilih sebagai Kepala Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar, untuk periode 2009-2015.

Usai menyelesaikan jabatan Kades, Buda Arka kembali menggeluti dunia usaha. Ia sesungguhnya lebih menikmati aktivitas berwiraswasta. Itu sebabnya ketika banyak kolega yang mengajak untuk bergabung ke partai politik, ia menolaknya.

Hanya saja pada tahun 2016, seorang sahabat mengajaknya untuk bergabung dengan Partai NasDem. Ia tak langsung mengamini tawaran tersebut.

"Saya perlu waktu mengambil keputusan. Tetapi akhirnya saya menerima tawaran tersebut. Kenapa? Karena saya melihat komitmen gerakan perubahan yang diusung Partai NasDem. Saya juga ikuti terus apa yang disampaikan Pak Surya Paloh. Dan bagi saya, cita-cita Pak Surya Paloh yakni Indonesia maju, itu sangat luar biasa," tutur Buda Arka, dalam acara Pojok Keren "Ngobrol Santai Ala NasDem", di Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Bali, Denpasar, Senin (28/1/2019).

Setelah resmi bergabung, Buda Arka cukup aktif dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan Partai NasDem. Apalagi Partai NasDem cukup responsif terhadap berbagai kondisi, termasuk bencana alam. Sebagai orang lapangan, ia merasa mendapat banyak ruang di Partai NasDem untuk melakukan banyak hal di tengah-tengah masyarakat.

"Bagi saya, kita mengabdi untuk masyarakat tidak harus duduk di jabatan tertentu. Bisa melalui hal lain. Prinsipnya, yang penting punya niat baik. Kalau kita ingin berikan yang terbaik untuk masyarakat, pasti ada jalan. Dan saya banyak mendapatkan ruang itu di Partai NasDem," ucapnya.

Selanjutnya, pria kelahiran 14 Juli 1969 ini pun dipercaya tampil sebagai calon anggota DPRD Kota Denpasar Dapil Denpasar Timur. Buda Arka bahkan diberi tempat istimewa, yakni nomor urut 1.

Selama ini, banyak kalangan berpandangan bahwa Dapil Denpasar Timur adalah salah satu 'dapil neraka', terutama bagi partai lain di luar PDI Perjuangan dan Partai Golkar. Hanya saja, Buda Arka tak gentar dengan hal tersebut.

"Sejak awal, saya menumbuhkan rasa optimisme. Walaupun kita nanti berkompetisi dengan incumbent, bahkan katanya di 'dapil neraka', tetapi saya optimis. Yang penting kerja keras. Kita berikan pemahaman kepada masyarakat door to door," papar Buda Arka.

Dengan kerja keras selama ini, respon masyarakat diakuinya cukup positif. Itu sebabnya, ia berkeyakinan bahwa perjuangan itu akan membuahkan hasil tanggal 17 April mendatang.

"Saya beruntung, karena kebetulan pernah jadi Kades, bahkan Kadus. Tentu ini memudahkan saya untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Saya yakin, setelah mengabdi sebagai Kadus dan Kades, masyarakat akan memberikan saya kepercayaan untuk kembali mengabdi, dan kali ini sebagai anggota DPRD Kota Denpasar," pungkas Buda Arka.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar