Menuju DPRD Lembata, Ini Target Yohanes K Sasong Payong

Selasa, 27 November 2018 | 12:43 WIB
Share Tweet Share

Yohanes Kapistranus Sasong Payong. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Nama Yohanes Kapistranus Sasong Payong, ST, MT, tercatat sebagai calon anggota DPRD Kabupaten Lembata, Dapil 2 (Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), pada Pemilu Legislatif 2019.

Pria kelahiran Lewoleba, 16 Oktober 1985 ini, memiliki alasan untuk memutuskan terjun ke dunia politik dan menjadi legislator. Apalagi, politik bukan merupakan hal baru bagi Yono, sapaan akrab Yohanes Kapistranus Sasong Payong.

Yono mengawali perjalanan pendidikannya di TKK Pertiwi Waipukang, lalu di SDI Murona dan tamat di SDK Waipukang. Selanjutnya ia sekolah di SMPK Ndao Ende, dan melanjutkan pendidikan ke SMK Bina Karya Larantuka.

Dengan semangat yang tinggi, Yono melanjutkan pendidikan di Universitas Warmadewa - Denpasar tahun 2004 - 2009 dengan gelar Sarjana Teknik. Ia juga menamatkan studi magister di Universitas Udayana - Denpasar, 2012 - 2014.

Selama 10 tahun di Denpasar, Bali, Yono banyak berkecimpung dalam dunia gerakan, membela kepentingan masyarakat. Yono juga terbiasa dengan dinamika politik, ketika menjadi aktivis bahkan dipercaya sebagai Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Denpasar Sanctus Paulus.

Sebagai aktivis, Yono tentu sudah memahami bagaimana pahit getirnya politik praktis. Sebab menjadi aktivis, tentunya paham seluk - beluk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Perjuangan yang dilakukan, tentu tidak berjalan mulus.

Tetapi menurut Yono, sejak menjadi aktivis hingga saat ini, nilai - nilai seperti kebaikan bersama, terus diaplikasikannya dalam kehidupan sehari - hari.

"Bicara soal politik tentu bicara soal kepentingan. Namun satu hal yang saya lakukan selama ini adalah politik nilai.", tutur Yono, kepada indonesiakoran.com melalui jaringan WhatsApp, di Denpasar, Senin (26/11/2018).

Lalu, mengapa Yono memutuskan terjun ke dunia politik dan ingin menjadi wakil rakyat? Ditanya demikian, Yono mengatakan, dirinya terjun ke panggung politik tentunya ingin memperjuangkan banyak hal. Secara khusus adalah karena dirinya memiliki target legislasi.

Dari hasil riset yang dilakukan Yono pada tahun 2014 tentang Kampung Adat Lewohala, terdapat 126 suku besar dan 88 rumah adat di sini. Persebaran masyarakatnya sudah sampai ke - 8 desa modern di seluruh Ile Ape dan sebagian di Lebatukan.

Menurut Yono, itu adalah aset peradaban yang harus diperjuangkan untuk diperhatikan secara serius oleh pemerintah melalui produk hukum. Sejauh ini, bentuk konkrit yang sudah dilakukan oleh Yono demi merawat peradaban tersebut adalah dengan bergabung dalam Komunitas Adat Kampung Tradisional Lewohala.

Yono pun berkomitmen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Ile Ape secara keseluruhan. Aspek yang akan diperjuangkan adalah soal batas administrasi Ile Ape dengan Kecamatan Lebatukan dan Nabatukan, yang belum terselesaikan hingga saat ini.

Dari hasil riset yang dilakukannya pada tahun 2016, batas administrasi yang betul - betul berkekuatan hukum adalah pada tahun 1934 antara Kerajaan Adonara yang sebagian wilayahnya meliputi wilayah Ile Ape secara keseluruhan dengan Kerajaan Larantuka yang meliputi wilayah Kecamatan Nabatukan dan Kecamatan Lebatukan.

Yono melihat persoalan tersebut belum terselesaikan hingga saat ini. Persoalan ini akan diperjuangkannya untuk diselesaikan, sehingga tidak terjadi konflik horisontal di kemudian hari.

Hal lain yang menjadi perhatian Yono adalah terkait pembangunan desa. Menurut Yono, ada sebuah kelemahan dalam praktik pembangunan desa selama ini, yakni tidak adanya master plan dari pembangunan desa di Kabupaten Lembata.

"Dahulu kala, membangun desa hanya membutuhkan suara dan power yang kuat agar bisa didengar masyarakat. Namun saat ini, desa memiliki dana yang sangat besar. Maka, pengelolaan dan pembangunan desa yang tepat adalah mesti memiliki master plan yang jelas agar pembangunan desa tidak berjalan sporadis," ujarnya.

Yono pun meminta dukungan dan doa dari semua pihak, khususnya masyarakat Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Lebatukan agar dirinya diberi kesempatan untuk bekerja bagi masyarakat setempat melalui jalur politik. Yono sendiri mengusung tagline 'Orang Muda Siap Bekerja!'.

"Sebagai anak muda yang memiliki semangat untuk bekerja buat masyarakat, saya meminta dukungan dan doa agar saya diberi kesempatan untuk berbuat sesuatu yang berguna bagi masyarakat melalui jalur politik," pungkas Yono.

Reporter: Efraim Mbomba Reda

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar