Nopi Jayanti, Otak di Balik Sukses NasDem Bali Selamatkan 12 Bacaleg

Kamis, 30 Agustus 2018 | 21:46 WIB
Share Tweet Share

Luh Putu Nopi Seri Jayanti. [foto: istimewa]

[DENPASAR, INDONESIAKORAN.COM] Hasil Rapat Pleno KPU Provinsi Bali tanggal 7 Agustus 2018 lalu, bak sambaran petir di siang bolong bagi jajaran DPW Partai NasDem Provinsi Bali. Betapa tidak, sesuai hasil rapat pleno, 12 nama bakal calon anggota legislatif (Bacaleg) Provinsi Bali untuk Dapil Bali 5 (Kabupaten Buleleng) yang diusung Partai NasDem, semuanya dicoret.

Pencoretan dilakukan KPU Provinsi Bali, karena salah satu Bacaleg perempuan yang didaftarkan partai besutan Surya Paloh itu, dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat). Adalah Ni Komang Nilawati, Bacaleg nomor urut 9, yang dinyatakan TMS oleh KPU Provinsi Bali, lantaran sebelumnya sudah sempat didaftarkan sebagai Bacaleg tingkat Kabupaten Buleleng untuk Dapil Buleleng 5 (Kecamatan Busungbiu - Sawan).

Menguatkan keputusannya dalam rapat pleno tersebut, pada tanggal 12 Agustus 2018, tak satu pun nama Bacaleg untuk Dapil Buleleng yang diusung Partai NasDem terlihat dalam Daftar Calon Sementara (DCS) yang diumumkan oleh KPU Provinsi Bali, baik di website resmi lembaga penyelenggara Pemilu itu maupun di media massa.

Baca Juga:
Luar Biasa! 12 Bacaleg NasDem Dapil Buleleng Akhirnya Batal Dicoret

Jelas ini menjadi mimpi buruk bagi Partai NasDem. Apalagi, Dapil Buleleng memiliki kuota kursi terbesar untuk DPRD Provinsi Bali, yakni 12 kursi dari total 55 kursi di Renon.

Bukan itu saja, untuk Dapil Buleleng ini Partai NasDem sesungguhnya sudah menyiapkan para petarung yang diproyeksikan membidik minimal dua kursi dari Bumi Panji Sakti itu, atau naik satu kursi dari capaian Partai NasDem pada Pileg 2014 lalu.

Sebut saja di antaranya incumbent Nyoman Tirtawan, Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali Luh Putu Nopi Seri Jayanti, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Buleleng Made Suparjo, mantan Sekda Kabupaten Buleleng Made Westra, Dr Somvir (meraih 11.500 suara pada Pileg 2014 saat tampil sebagai calon anggota DPRD Provinsi Bali dari Dapil Buleleng dan diusung PDI Perjuangan), hingga Nyoman Mudita (meraih 68.000 suara sebagai calon anggota DPD RI pada Pileg 2009).

Screenshot_2018-08-30-22-53-09_com.outthinking.collagelayout_1535640841619

Luh Putu Nopi Seri Jayanti (tiga dari kanan) bersama jajaran DPW Partai NasDem Provinsi Bali, saat menyerahkan berkas gugatan ke Bawaslu Provinsi Bali. [foto: indonesiakoran.com/ san edison]

Kekuatan yang disiapkan oleh Partai NasDem ini seperti terkubur dalam sekejap. Jangankan untuk meraih mimpi merebut minimal 2 kursi pada Pileg 2019 mendatang, mempertahankan 1 kursi yang diraih pada Pileg 2014 lalu pun menjadi buyar.

Situasi ini sempat membuat bungkam para Bacaleg Partai NasDem untuk Dapil Buleleng, yang kebetulan sudah menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Bahkan, para simpatisan Partai NasDem pun juga mengirimkan karangan bunga bela sungkawa ke Kantor KPU Kabupaten Buleleng, sebagai bentuk kekecewaan atas keputusan KPU Provinsi Bali ini.

Berbeda dengan para kader dan simpatisan ini, Luh Putu Nopi Seri Jayanti justru memeras otak untuk membalikkan situasi ini. Maklum, perempuan cantik asal Buleleng ini tidak saja masuk daftar Bacaleg yang ikut dicoret, namun juga duduk sebagai Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali.

Setelah mendapatkan keputusan KPU Provinsi Bali terkait penetapan DCS, tanggal 12 Agustus 2018, Nopi Jayanti malah memikirkan upaya hukum menggugat KPU Provinsi Bali. Apalagi, dari peraturan perundang-undangan yang ada, ada celah untuk sengketakan keputusan KPU melalui sidang ajudikasi di Bawaslu.

Baca Juga:
Sengketa Pencoretan Caleg Selesai, Mawar Merah untuk KPU Bali

Sehari penuh, perempuan yang berlatar belakang sebagai advokat ini mempelajari peraturan terkait Pemilu, hingga menyusun draf gugatan. Setelah begadang hingga Senin (13/8/2018) pagi, Nopi Jayanti bersama Ketua Komisi Saksi Nasional (KSN) NasDem Provinsi Bali Deny Varinda, akhirnya menuntaskan materi gugatan lengkap dengan bukti - buktinya.

Selanjutnya, pada sore harinya, Nopi Jayanti, didampingi Deny Varinda, Bendahara DPW Partai NasDem Provinsi Bali IGN Bagus Eka Subagiartha dan Ketua Badan Hukum (Bahu) NasDem Provinsi Bali Wayan Karta, menyerahkan gugatan ke Kantor Bawaslu Provinsi Bali. Singkat cerita, setelah dilakukan perbaikan, berkas gugatan DPW Partai NasDem Provinsi Bali kepada KPU Provinsi Bali, dinyatakan lengkap oleh Bawaslu Provinsi Bali.

Menariknya, sesuai aturan yang ada, sebelum dilakukan sidang ajudikasi terkait gugatan ini, Bawaslu Provinsi Bali memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak yang bersengketa untuk menyelesaikan kasus ini melalui jalur mediasi.

Screenshot_2018-08-30-22-53-09_com.outthinking.collagelayout_1535640819431

Luh Putu Nopi Seri Jayanti menyerahkan mawar merah kepada Ketua KPU Provinsi Bali, Dr Wayan Jondra, setelah Rapat Pleno Bawaslu Provinsi Bali terkait Mediasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu 2019. [foto: istimewa]

Dua kali mediasi dilakukan. Meski sempat alot, namun akhirnya perjuangan Nopi Jayanti untuk menyelamatkan 12 Bacaleg dari Dapil Buleleng, berbuah manis. Dalam Rapat Pleno Bawaslu Provinsi Bali terkait Mediasi Penyelesaian Sengketa Proses Pemilu 2019, Kamis (23/8/2018), intinya disepakati bahwa Partai NasDem dibolehkan mengajukan 12 nama Bacaleg untuk Dapil Buleleng, dengan menggantikan Bacaleg perempuan yang dinyatakan TMS.

"Kami pribadi merasa bersyukur, karena usaha kami tidak sia - sia. Yang lebih penting lagi, kami bisa menyelamatkan '12 nyawa yang sudah dinyatakan mati'," kata Nopi Jayanti.

Ia mengaku bangga, karena ternyata dalam demokrasi, ada juga kearifan. Ada tujuan yang lebih besar, selain proses. Ada penghormatan kepada hak politik masyarakat, termasuk perempuan.

Baca Juga:
Putu Nopi: Independensi Warga Tentukan Pilihan, Mutlak Hukumnya

"Bagi saya, demokrasi itu soal kearifan. Karena itu ketika ada persoalan kemarin itu, saya percaya akan ada jalan keluarnya. Apalagi ketika kita bicara soal penghormatan kepada hak politik masyarakat, terutama hak politik perempuan, maka tidak ada yang tidak mungkin," ucapnya.

"Itu sebabnya saat memperjuangkan hak politik ke-12 Bacaleg kami dari Dapil Buleleng, saya rela begadang hingga pagi. Bagi saya, hak politik mereka harus diselamatkan. Dan Astungkara, perjuangan itu direstui Tuhan dan alam semesta," tutur Nopi Jayanti.

Nopi Jayanti lahir di Buleleng, tanggal 22 November 1985. Srikandi asal Banjar Penarungan, Desa Penarukan, Buleleng ini menyelesaikan pendidikan di SD Mutiara Singaraja, SMP 1 Singaraja, SMA 1 Singaraja, dan Fakultas Hukum Universitas Pendidikan Nasional Denpasar.

Baca Juga:
Sekretaris NasDem Bali: Perempuan Tak Sekedar Pelengkap Kuota Caleg

Sejak tahun 2009, atlet Basket Porda Buleleng (2004) ini menjadi advokat. Ia sempat magang di LBH HPP PETA (Pembela Tanah Air), dan kemudian menjadi Sekretaris Kongres Advokat Indonesia (KAI) Denpasar Timur.

Sejak tahun 2011, Nopi Jayanti bergabung dengan Ormas NasDem. Selanjutnya, Nopi Jayanti duduk sebagai Badan Hukum (Bahu) DPP Partai NasDem, Sekretaris Bahu NasDem Provinsi Bali, dan sejak Juli 2018 dipercaya menjadi Sekretaris DPW Partai NasDem Provinsi Bali. Pada Pileg 2019, Nopi Jayanti tampil sebagai Bacaleg nomor urut 2 dari Dapil Buleleng.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar