Selly Mantra: Perempuan Berperan Penting dalam Sukses Pembangunan

Kamis, 19 April 2018 | 17:52 WIB
Share Tweet Share

Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Sukses para kandidat yang bertarung pada Pilgub Bali 2018, tidak terlepas dari sosok pendamping masing-masing pasangan calon.

Sukses Calon Gubernur Bali Nomor Urut 2, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, misalnya, tak terlepas dari peran vital sang istri, Ida Ayu Selly Dharmawijaya Mantra.

Sepanjang masa kampanye Pilgub Bali 2018 misalnya, Selly Mantra tak sekedar meluangkan waktu untuk mendampingi Rai Mantra, saat bertemu warga. Selly Mantra bersama tim, juga kreatif menciptakan momen hingga turun langsung mengetuk hati pemilih.

Ditemui di sela-sela acara Sarasehan Wanita Bali Bicara (Dalam Teks dan Konteks) yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Kelompok Diskusi Dipa Bhawana Universitas Hindu Denpasar, Kamis (19/4/2018), Selly Mantra berbicara tentang peran penting perempuan, tidak saja dalam gerak peradaban namun juga dalam konteks pembangunan.

Terlepas dari posisinya sebagai istri calon gubernur, bagi Selly Mantra, perempuan sesungguhnya memiliki peran penting dalam mendorong suksesnya pembangunan.

Karena itu selama mendampingi Rai Mantra, ia aktif bergerak melalui sejumlah kegiatan sosial kemasyarakatan.

Apalagi Selly Mantra memiliki segudang pengalaman, sebagai Ketua Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar dalam kurun 2010 hingga 2017.

Ia bersama timnya, bahkan telah melakukan 833 kunjungan ke posyandu, rumah-rumah lansia, dan kaum berkebutuhan khusus di wilayah Kota Denpasar.  

“Di hari kerja, dalam sehari kami bisa mengunjungi tiga sampai empat lokasi. Jadi, kalau dirata-ratakan, setiap harinya kami melakukan sebanyak dua kunjungan,” papar Selly Mantra.

Di luar aktivitas rutinnya, Selly Mantra juga telah melakukan sejumlah terobosan. Sebut saja menerbitkan album lagu bagi kaum tuna netra, film televisi mengangkat kisah nyata seorang penyandang tuna rungu, hingga menerbitkan novel karya anak tuna daksa.

Ia juga mendirikan Pusat Layanan Autis (PLA) dan memfasilitasi pendirian Rumah Berdaya sebagai tempat pemberdayaan Orang Dengan Gangguan Jiwa  (ODGJ). Saat ini, bahkan sudah ada 17 Posyandu Paripurna di Kota Denpasar.

“Semua itu kami maksudkan untuk memberdayakan mereka yang lemah, agar menjadi pribadi-pribadi yang mandiri dan dapat berperan serta dalam pembangunan,” tuturnya.

Kesungguhan dan inovasi yang dilakukan bertahun-tahun itu pun, berbuah manis. Belasan penghargaan tingkat nasional dianugerahkan kepada pemerintah Kota Denpasar, berkat pemberdayaan perempuan dan anak-anak.

Sebut saja Juara I Nasional Kader PKK pada Lomba Posyandu Tumbuh Aktif Tanggap (TAT), Juara 2 Nasional Kelompok dalam Lomba Posyandu Peduli TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap), Anugerah Parahita Ekapraya (APE), dan masih banyak lagi.

Berkaitan dengan emansipasi, Selly Mantra mengatakan, semangat yang digaungkan Raden Ajeng Kartini adalah semangat pemberdayaan perempuan agar mereka berani memilih dan menjalani pilihan dengan sebaik-baiknya.

"Jadi, bukan untuk menang-menangan dengan kaum laki-laki," tandasnya.

Bagi Selly Mantra, secara alamiah perempuan memiliki peran penting dalam gerak peradaban. Tak ada kemajuan berkesinambungan tanpa menempatkan perempuan pada poros utamanya. 

“Tanpa perempuan yang berdaya dan berjiwa mulia, kemajuan suatu kaum hanya semu belaka,” tegas Selly Mantra.

Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar