Seniman Ini Hadiahi Nyoman Parta Lukisan, Kenapa?

Senin, 30 Oktober 2017 | 20:36 WIB
Share Tweet Share

Seniman, Dewa Putu Adiputra (kiri) saat menyerahkan lukisan hasil karyanya kepada Nyoman Parta. [foto: istimewa]

[DENPASAR] Nama Nyoman Parta, sudah tak asing lagi bagi masyarakat Bali, terutama Gianyar.

Maklum, Nyoman Parta saat ini duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Bali. Politikus PDIP asal Gianyar yang duduk sebagai Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali itu, juga dikenal sebagai wakil rakyat yang vokal.

Tak sekedar menjadi 'vokalis'' di Renon, sebab berbagai perjuangan Nyoman Parta yang didukung penuh lembaga dewan, juga mendapat raport positif dari masyarakat.

Karena kegigihannya, seorang pelukis asal Banjar Katik Lantang, Singakerta, Ubud, Gianyar, bahkan mengapresiasi dengan caranya sendiri.

Pelukis bernama Dewa Putu Adiputra, membuat lukisan khusus untuk Nyoman Parta, yang sempat duduk sebagai Ketua Fraksi PDIP DPRD Provinsi Bali.

Lantas, seperti apa hasil karya Dewa Putu Adiputra?

Ternyata, karya seniman yang akrab disapa Ajik Duta itu berisi lukisan Sapi Bali dan Nyoman Parta. Lukisan tersebut berukuran 150 x 100 cm.

Menurut Ajik Duta, dirinya membuat lukisan tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada Nyoman Parta yang memperjuangkan pelestarian Sapi Bali.

“Saya salut dengan Nyoman Parta, yang mau memperjuangkan nasib Sapi Bali,” ujar Ajik Duta, saat menyerahkan langsung lukisan itu di kediaman Nyoman Parta, di Banjar Wangbung, Guwang, Sukawati, Gianyar, Minggu (29/10/2017) lalu.

Ia mengaku tidak punya cara lain untuk mengapresiasi kepedulian Nyoman Parta. Sebagai seorang pelukis, ia mengapresiasinya dalam bentuk lukisan.

“Saya sengaja membuat lukisan Sapi Bali dan Nyoman Parta, sebagai bentuk penghargaan karena kepeduliannya,” ungkap pelukis yang pernah melukis wajah Budi Gunawan dan juga Mangku Pastika ini.

Pada kesempatan yang sama, Nyoman Parta mengaku terharu dengan lukisan  yang diberikan Ajik Duta.

Menurut dia, sebagai wakil rakyat sudah menjadi tugasnya untuk berjuang menyejahterakan rakyat.

“Saya terharu, semestinya saya yang harus perhatikan seniman,” ucapnya.

Tentang Sapi Bali, Nyoman Parta mengatakan, Sapi Bali memiliki banyak keunggulan. Di antaranya, bisa hidup dengan berbagai iklim, bahan makanannya mudah dan tingkat kesuburan betinanya tidak ada yang mampu menandingi.

“Sapi Bali memiliki banyak keunggulan dibandingkan sapi lainnya,” tegas Nyoman Parta.

Untuk meningkatkan kecintaan serta kesejahteraan peternak Sapi Bali, imbuhnya, perlu ada gagasan untuk menggelar Uji Performance dan Kontes Sapi Bali Tahun 2018. 

Kontes dilakukan dengan cara mengumpulkan ternak peserta pada suatu tempat. Sedangkan Uji Performance, dilakukan dengan pengukuran sapi di lokasi.

“Hanya sapi yang ikut kontes saja dikumpulkan di satu tempat. Khusus untuk Uji Performence cukup dilakukan di tempat atau di kandang,” papar Nyoman Parta.

Hanya saja, menurut dia, Kontes Sapi Bali tersebut harus dilakukan secara periodik, setiap tahun sekali atau lebih dari setahun sekali.

“Sedangkan untuk Uji Performance dapat dilakukan setiap saat, ketika ada info sapi bagus di lapangan,” urainya.

Nantinya, kata Parta, juara Kontes dan dan Uji Performance, sapinya akan dibeli oleh pemerintah melalui dana APBD. Harganya akan dibuat istimewa.

“Jika harga pasarannya Rp 20 juta, maka akan dibeli seharga Rp 30 juta,” kata Nyoman Parta.

Ia menegaskan, peserta kontes yang mendapatkan juara akan mendapatkan hadiah, baik sapi jantan maupun betina.

Sedangkan yang ikut Uji Performance tidak ada juaranya, namun akan diberikan Sertifikat atau Surat Keterangan Layak Bibit berdasarkan Standar Nasional Indonesia.

“Tujuan kontes ini agar peternak tidak menjual sapinya ke luar Bali. Peternak juga termotivasi memelihara sapi yang bagus,” urainya.

Selanjutnya, sapi - sapi juara Kontes dan Uji Performance ini akan dijadikan pejantan dan indukan betina produktif.

“Jika ini dilakukan rutin, maka ke depan di Bali akan berkumpul sapi-sapi yang ideal. Hal ini pasti berdampak pada kesejahteraan peternak,” ucapnya.

Sedangkan untuk membuat peternak itu nyaman, demikian Nyoman Parta, kualitas daging sapinya harus diperbaiki, sehingga harganya menjadi lebih baik.

Salah satu upaya yang dilakukan agar harganya bagus adalah bagaimana membuat daging Sapi Bali menjadi daging yang empuk, lembut (intinya berkualitas). Sehingga bisa masuk ke seluruh hotel di Bali, yang begitu banyak membutuhkan daging.

“Intinya, daya saing Sapi Bali bisa lebih optimal dari sisi genetiknya, juga menyangkut harga dan kualitas, sehingga konsumen khususnya hotel-hotel di Bali dapat mengonsumsi daging Sapi Bali. Untuk membuat daging lembut, akan dilakukan penelitian. Saya yakin 2 tahun lagi, daging Sapi Bali akan lembut,” pungkas Nyoman Parta.

Reporter: Arzy Wulandari
Editor: San Edison


Berita Terkait

Komentar