Mengenal Sosok Lidya Natalia  

Senin, 12 Juni 2017 | 21:46 WIB
Share Tweet Share

Lidya Natalia Sartono [Foto:indonesiakoran]

Nama lengkapnya, Lidya Natalia Sartono. Perempuan kelahiran Palla Hilir 13 November 1988 ini biasa dipanggil Lidya. Ia merupakan puteri dari pasangan suami-istri, Helarius Sartono dan Rosalia Yuliana.

Perempuan berkulit sawo matang ini alumni Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Budi Luhur Sintang.

Selepas SMK tahun 2006 Ia melanjutkan pendidikan S1 Matematika di STKIP PGRI Pontianak.

Ketekatan dan keuletannya di dunia pendidikan mendorongnya melanjutkan pendidikan strata dua (S2) Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Tak cukup mengambil program manajemen pendidikan, Lidya juga mengambil program S2 Pendidikan Matematika di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta.

Usai menyelesaikan pendidikan pasca sarjana dalam dua bidang ilmu berbeda, Ia  kembali melanjutkan program S3 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta.

Dosen Ilmu Pendidikan di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta ini merupakan mantan Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) Perhimpunan Mahasiswa Katolitik Republik Indonesia (PMKRI) 2013 sampai 2015.

Namun sebelum Ia terpilih menjadi Presidium PP PMKRI, Lidya telah ditempa berbagai organisasi sejak SMK hingga menjadi mahasiswi.

Sejumlah organisasi Ia ditempa dan membina diri diantaranya, dipercaya menjadi Seksi Kerohanian OSIS SMK Budi Luhur  Sintang, Quen Ikatan Mahasiswa Katolik STKIP PGRI Pontianak, Seksi Kerohanian Ikatan Mahasiswa Katolik STKIP PGRI Pontianak, Sekretaris Ikatan Mahasiswa Katolik STKIP PGRI Pontianak, Bendahara Umum Himpunan Mahasiswa Matematika STKIP PGRI Pontianak, Wakil Ketua Ikatan Mahasiswa Katolik STKIP PGRI Pontianak, Bendahara Umum Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak, dan Ketua Presidium Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak.

Selain didapuk menjadi ketua, Lidya juga dipercaya menjadi Delegasi kegiatan-kegiatan internasional seperti, delegasi Indonesia pada pertemuan International Movement Chatolic Students (IMCS) Asia Pasifik di Bangladesh.

Keikutsertaan Lidya dalam organisasi tidak saja sampai di situ. Tahun 2011-2013 Ia dipercaya menjadi Bendahara Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), sebelum akhirnya Ia terpilih melalui Kongres dan MPA PMKRI sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) tahun 2013-2015.

Seiring kesibukannya mengurus organisasi kemasyarakatan dan melanjutkan pendidikan magister Ia juga aktif mendirikan sejumlah lembaga pendidikan seperti, Pendiri Lembaga Pendidikan Perbatasan, Pendiri Lembaga Pencerahan Pendidikan.

Tahun 2015 perempuan berdarah Dayak ini dipercaya menjadi Ketua Delegasi mewakili International Movement Chatolic Students (IMCS)Asia Pasifik pada Kongres International Movement Chatolic Students (IMCS)  Internasional di Filipina.

Saat ini selain kesibukannya sebagai Dosen, Lidya juga menduduki Direktur Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat NCBI (National Character Building Institut) dan sebagai Sekretaris Jenderal Vox Point Indonesia.

Sebagai seorang mantan aktivis Lidya kerap menyuarakan berbagai gagasan dan konsepnya dalam membangun bangsa ini melalui berbagai kegiatan seminar, baik soal kebangsaan maupun terkait Hak Asasi Manusia.

Bagi Lidya, bangsa ini harus bercermin dari sejarahnya, tidaklah mudah untuk bisa pada titik ini, sebab setiap zaman terus melahirkan tunas-tunas bangsa yang menjadi penerus bangsa ke arah yang sudah dicita-citakan pendiri bangsa sejak awal.

Satu-satunya jalan menuju proses yang benar menurut Lidya melalui penguatan nilai-nilai Pendidikan, sebab pendidikan adalah proses memanusiakan manusia ke arah yang lebih beradab dan bermartabat.
[Indonesiakoran.com]

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar