Politisi Jujur dan Sederhana

Rabu, 31 Mei 2017 | 19:28 WIB
Share Tweet Share

Awang Notoprawiro. [Timor Express]

Pria kelahiran Namosain, Kota Kupang ini banyak dikenal di lingkungan sosial kemasyarakatan, keagamaan, dunia usaha maupun politik karena sikapnya yang low profile dan sederhana. Sifatnya yang ‘ringan tangan’ memudahkannya diterima di semua kalangan.

Terlahir dalam keluarga nelayan, Awang tumbuh bersama sembilan kakak beradiknya dalam kesederhanaan. Kesulitan sang ayah sebagai seorang nelayan dalam menghidupi keluarga, membuat Awang kecil harus rela hidup dengan salah seorang kerabat ayahnya sebagai seorang anak angkat.

Keinginan Awang untuk terus bersekolah memaksanya mencari jalan sendiri untuk membiayai pendidikannya, Awang kecil lebih banyak menghabiskan waktu kanak-kanaknya dengan berkeliling menjajakan kue ibu angkatnya. Dari penghasilan itu Awang dapat menamatkan Sekolah Dasar-nya di SD GMIT Namosain.

Hal yang sama juga dilakukan Awang remaja untuk membiayai SMP dan SMA-nya, tetapi tidak lagi menjajakan kue ibu angkatnya, melainkan melaut untuk mendapatkan kesempatan memperoleh penghasilan lebih.

Ia pun dapat menyelesaikan Pendidikan SMP-nya di SMP Frater Kupang, dan SMA Giovanni Kupang. Pengalamannya masa kecil dan remajanya itu membuat sosok yang satu ini tumbuh menjadi personal yang dinamis dan menempanya sebagai pribadi yang kokoh dan tangguh.

Usai menamatkan pendidikan akhirnya di Universitas Muhammdiyah Kupang, Awang mencoba belajar untuk menjadi manusia mandiri. Mulai dari sanalah ia mulai memahami arti perjuangan hidup. Jatuh bangun ia memulai usahanya sendiri.

Awang pantang menyerah. Ia terus bertekad untuk menggapai cita-citanya yakni ingin merubah nasib untuk menjadi sukses. Perjuangan dan kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Kemauan yang kuat, jujur serta tekun dalam bekerja, itulah modalnya dalam meraih kesuksesan.

Terjun ke Politik

Awang, bukanlah berasal dari latar belakang politisi. Setelah menamatkan pendidikannya, Awang sempat sempat bekerja di salah satu perusahaan dari Surabaya sebelum pada akhirnya ia mandiri dengan mendirikan sebuah perusahaan pribadi yang diberi nama PT. Biar Mandiri Transport (BMT) yang bergerak dalam bidang expedisi dan transportasi laut.

Selama masa pendidikan di Universitas Muhammdiyah Kupang, juga tercatat tidak pernah menjadi aktivis mahasiswa. Namun dia tidaklah menabukan diri untuk mengikuti politik. “Dunia politik bukan hal tabu, semua bisa terjun ke sana,”.

Dalam mengarungi dunia politik, Awang mengawalinya di Partai Amanat Nasional (PAN). Tidak tanggung-tanggung ia dipercaya sebagai Sekretaris pada Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Provinsi NTT sebagai seorang sekretaris, sebuah posisi dalam kepartaian yang sangat strategis.

Menduduki posisi sekretaris selama dua periode (10 tahun), pada tahun 2015, Awang kembali mendapat kepercayaan yang lebih tinggi, dengan menjadi Ketua DPW PAN Provinsi NTT yang masih diembannya hingga kini.

Ditangan Awang, PAN NTT mencuat menjadi partai yang bersih dan disegani. Ia berhasil menelurkan banyak kader PAN berkualitas yang menduduki posisi sebagai anggota DPR Kota/Kabupaten, Provinsi maupun DPR-RI.

Tidak berhenti disitu, hingga tahun 2017, dengan sentuhan tangan dingin Awang, PAN berhasil mengantarkan putra-putra terbaik NTT menjadi Bupati di berbagai Kabupaten di NTT, dan yang terkini, ia juga sukses mengantarkan DR. Jefirstson R. Riwu Kore dan dr. Herman Man menjadi Walikota dan Wakil Walikota Kupang periode 2017 – 2022.

Alasan di balik Awang terjun ke dunia politik karena dia mempunya keinginan agar bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat membawa NTT ke arah yang lebih baik, mengawasi jalannya pemerintahan secara jernih, tegas dan tanpa kompromi, sehingga terwujud Pemerintahan yang Baik dan Bersih.

Dengan alasan yang sederhana dan mulia tersebut, kini Awang bersiap diri untuk maju memperebutkan salah satu kursi DPR-RI di Senayan sebagai salah satu target politik paling realistis yang dapat diembannya.

Dorongan dan desakan dari berbagai kalangan agar dirinya maju menjadi salah satu calon DPR-RI pada Pemilu Legislatif pada tahun 2019 nanti menambah semangatnya untuk terus berjuang.

Rekam jejak pribadinya yang bersih, jujur dan murah hati, membuat Awang banyak menjadi panutan dari berbagai kalangan, tua-muda, baik itu kalangan Akademisi, Rohani, Birokrat, Pedagang dan Pengusaha, mahasiswa dan masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi Awang sendiri, DPR adalah lembaga legislatif yang visi dan misinya untuk membela rakyat. DPR adalah perwakilan rakyat, wadah penyalur aspirasi rakyat. DPR dipilih oleh rakyat, untuk rakyat, dan dari rakyat yang mewakilinya.

“Rakyat tidak butuh wakilnya yang suka obral janji. Rakyat merindukan figur yang peduli dan mau merakyat. Rakyat butuh wakil yang berpihak pada rakyat”,akunya.

Nama Awang pun selalu muncul dalam setiap acara keagamaan, baik agama Islam maupun Kristen. Dalam setiap pagelaran tahunan pawai Paskah oleh Pemuda GMIT Kupang, gereja-gereja selalu mendapatkan sumbangan kendaraan besar dari PT. BMT untuk dijadikan kendaraan hias para pemuda gereja.

Baginya, puncak dari kesadaran keagamaan adalah universalisme pemahaman tentang dasar-dasar keyakinan. Di puncak pemahaman tentang dasar-dasar universalitas keimanan pulalah, seorang pluralis bisa terikat dalam konsepsi ketuhanan.

Gagasan kuat inilah yang mempreteli pehaman serta praktek keagamaan Awang sejak duduk di Bangku SMP hingga saat ini. Konsep demikian juga yang mambuatnya bisa diterima disemua kalangan umat lintas agama dan adat. 

Reporter: Yoseph Pito Atu
Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar