Luhut Prediksi Rupiah Bisa di Bawah Rp10.000 per Dolar AS

Rabu, 04 Desember 2019 | 01:30 WIB
Share Tweet Share

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan memprediksi kurs rupiah bisa di bawah Rp10.000 per dolar AS. Hal itu seiring dengan membaiknya defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia dalam tiga tahun ke depan.

"Rupiah bisa di bawah Rp10 ribu per dolar AS, cadangan dolar AS naik. Ekonomi tumbuh ke depan," kata Luhut di kantornya, Selasa (3/12).

Ia memperkirakan CAD dalam dua hingga tiga tahun ke depan bisa ditekan ke kisaran US$1 miliar. Sebagai catatan, data terakhir Bank Indonesia (BI) menunjukkan defisit transaksi berjalan kuartal III 2019 mencapai US$7,7 miliar atau 2,7 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Menurut Luhut, perbaikan defisit akan didukung oleh implementasi program mandatori campuran biodiesel 20 persen ke minyak solar (B20) dan mandatori program biodiesel 30 persen ke minyak solar (B30).

"B20 kan bisa mengurangi impor energi 25 persen, jadi impor energi bisa berkurang 25 persen," ujarnya.

Sementara, ia memperkirakan program B30 bisa menurunkan impor energi hingga 35 persen. Diketahui, program B20 sudah berjalan sejak 1 September 2018 dan B30 akan mulai diterapkan tahun depan.

Selain itu, perbaikan CAD juga akan ditopang oleh potensi kenaikan ekspor dalam dua tahun ke depan. Beberapa komoditas ekspor yang akan naik, kata Luhut adalah baja, katode, baterai lithium.

"Saya lihat tidak ada masalah lagi," imbuhnya.

Selain itu, potensi investasi dan masuknya wisatawan mancanegara juga akan memperbaiki defisit neraca transaksi berjalan. Pasalnya, investasi dan pariwisata dapat menambah stok dolar AS di Indonesia.

Editor: Mus


Berita Terkait

Ekonomi

Data Ekonomi Beragam Memicu Dolar AS Menguat

Jumat, 22 November 2019

Komentar