Tingkatkan Wawasan Bekraf Indonesia Gelar Workshop di Sumedang

Rabu, 12 September 2018 | 20:38 WIB
Share Tweet Share

Ilustrasi

[JAKARTA, INDONESIAKORAN.COM] Direktorat Edukasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia akan menyelenggarakan workshop sehari di Kota Sumedang, Jawa Barat. Workshop yang akan diselenggarakan 17 September 2018 ini akan dihadiri sejumlah pembicara diantaranya Endang Warsiki (Ahli Kemasan IPB), Sugeng Untung (Desainer Produk), dan pihak pemerintah daerah.

Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif, Bekraf Poppy Savitri dalam rilis yang diterima media, Rabu (12/9/2018) menjelaskan Era baru perekonomian Indonesia, yang semula era industri, beralih ke era ekonomi kreatif. Sektor ini menjadi unggulan sekaligus harapan besar bagi perekonomian Indonesia. Terbukti dengan meningkatnya kontribusi sektor ini pada devisa negara, termasuk menyediakan lapangan kerja yang cukup besar.

Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kala memberi perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi kreatif. Hal ini dapat dilihat dengan didirikannya Lembaga Non Kementerian yang baru yaitu Badan Ekonomi Kreatif. Pada acara Temu Kreatif Nasional 4 Agustus 2015 lalu, Jokowi menyatakan bahwa ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia di masa yang akan datang.

Indonesia mempunyai beberapa indikator yang menunjukkan adanya potensi besar untuk dikembangkan secara ekonomi yang digerakkan oleh kreatifitas/ide berbasis kekayaan budaya dan lingkungan alam, dengan memanfaatkan teknologi informasi yang semakin maju saat ini. Selain kekayaan budaya dan lingkungan alam, Indonesia merupakan Negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia yang diprediksi akan memiliki bonus demografi dengan proporsi penduduk usia produktif sangat besar mencapai 60% (enam puluh persen) dari total penduduk. Ketersediaan sumber daya manusia ini merupakan modal dasar dalam pengembangan ekonomi kreatif yang hadir dari ide dan kreatifitas manusia yang tidak terbatas.

"Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) mempunyai sasaran pencapaian strategis yakni naiknya Pendapatan Domestik Bruto (PDB) dari 7,5 % menjadi 12 %, menyerap tenaga kerja dari 12 juta menjadi 13 juta, berkontribusi terhadap ekspor/Devisa Bruto dari 6,4 % menjadi 10 %  (Renstra Badan Ekonomi Kreatif, 2015). Pencapaian Sasaran strategis tersebut dirinci pertahun perkembangannya dengan angka tertentu. Pada tahun 2016, misalnya, Pendapatan Domestik Bruto diharapkan telah naik menjadi 8,5 % dan tenaga kerja yang terserap telah mencapai 12.400.000 orang. Adapun kontribusi export telah mencapai 7%," papar Poppy.

Dalam mencapai sasaran strategi tersebut, Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif bertugas untuk membantu tersedianya SDM ekonomi kreatif yang berdaya saing dengan ruang lingkup di seluruh Indonesia. Salah satu tugas dari Direktorat ini yakni membantu pelaku ekonomi kreatif untuk memasuki ekosistem ekonomi kreatif agar mampu meningkatkan nilai tambah dari produk barang dan jasa yang digelutinya.

Keenam belas sub sektor yang akan digerakkan oleh Badan Ekonomi Kreatif terdiri dari: 1) Aplikasi dan pengembangan game, 2) Arsitektur, 3) DesainInterior, 4) Desain Komunikasi visual, 5) Desain Produk, 6) Fashion, 7) Film, Animasi dan Video, 8) Fotografi, 9) Kriya (Kerajinan Tangan), 10) Kuliner, 11) Musik, 12) Penerbitan, 13) Periklanan, 14). Seni Pertunjukan, 15). Seni Rupa, 16). Televisi dan Radio.

"Kabupaten Sumedang, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Terletak sekitar 45 km Timur Laut Kota Bandung, berbatasan dengan Kabupaten Indramayu di Utara, Kabupaten Majalengka di Timur, dan Kabupaten Garut di Selatan. Sumedang terkenal sebagai lingkungan pendidikan karena banyak lembaga perguruan yang sekarang menempatkan kampusnya di Jatinangor. Maka dari itu kota Sumedang juga terkenal sebagai tempat transit bagi para wisatawan yang akan menuju Bandung atau Cirebon. Memiliki daya Tarik akan Pariwisata dan mempunyai komoditas unggulan yang menjadi oleh-oleh Khas Sumedang. Seperti banyak daerah di Indonesia, Kabupaten Sumedang saat ini juga sedang membenahi diri dari segala bidang pembangunan, termasuk yang menjadi prioritas adalah pengembangan sumber daya manusia yang dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan edukatif, termasuk penyelenggaraan berbagai kegiatan kreatif dalam upaya meningkatkan kemampuan dan kualitas pelaku kreatif dari segala usia, agar dapat meningkatkan ekonomi," jelasnya.

Dalam meningkatkan kapasitas SDM, diperlukan kerja keras dan kerjasama dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat itu sendiri. Sumber Daya Manusia kreatif menjadi fokus pembinaan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Sebagai lembaga pemerintah pusat, Bekraf berkewajiban untuk mengembangkan potensi kreatif yang dimiliki penduduk usia produktif yang diharapkan akan menjadi pelaku kreatif sesuai minat dan bidang yang digeluti. Tidak hanya generasi muda, kalangan generasi di atas 50 tahun pun tak luput dari perhatian BEKRAF. Hal ini tidk terlepas dari kenyataan bahwa banyak produk kreatif berkualitas tinggi justru dihasilkan dari tangan-tangan penduduk usia emas.

Produk-produk mereka bisa didapatkan dengan mudah di berbagai toko makanan dan souvenir, dalam bentuk makanan, kerajinan, dan barang-barang lainnya. Namun, ketiadaan informasi dan kurangnya binaan dari pihak terkait, membuat mereka tidak mengikuti trend yang terjadi dalam mengemas produk mereka. Ini menjadikan produk yang dihasilkan terkesan monoton, dan sulit untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Untuk itu, diperlukan pelatihan khusus sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi produk dan menjangkau pasar yang lebih luas. 

"Desain produk adalah salah satu sub sektor yang menjadi bagian pengembangan ekonomi kreatif pada lembaga yang berdiri tahun 2015 ini. Tahun 2018, Bekraf melalui Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif pada Kedeputian Riset, Edukasi dan Pengembangan kembali akan menyelenggarakan berbagai macam workshop dan memberikan pendukungan pada banyak kegiatan kreatif yang diselenggarakan oleh Komunitas, Asosiasi, Perguruan Tinggi, dan Pemerintah Daerah," ulas Poppy.

Lebih lanjut ia menjelaskan, workshop Packaging adalah satu dari sekian banyak kegiatan kreatif yang diselenggarakan oleh Kedeputian Riset, Edukasi dan Pengembangan, melalui Direktorat Edukasi Ekonomi Kreatif. Workshop yang tentu saja bersifat edukatif, sesuai dengan tugas dan fungsi Direktorat. Dari workshop ini, diharapkan akan semakin meningkat kemampuan dan wawasan bagi para peserta yang teridir dari para pengusaha makanan dan souvenir ini.

Selain itu tambahnya, kegiatan ini juga bisa meningkatkan jumlah pelaku kreatif pengisi dunia kreativitas di Kabupaten Sumedang, apabila para pelaku kreatif yang ada saat ini berbagi ilmu yang mereka miliki. Selain itu, juga akan tercipta generasi ‘emas’ yang peduli dunia kreatif yang memiliki kepedulian pada pembangunan karakter bangsa dan negara.

Kenyataan ini menjadi alasan kuat Bekraf untuk terlibat aktif dalam mengembangkan industri kreatif Sumedang, di antaranya pada subsektor Desain Produk, yang diaplikasikan pada produk kuliner dan kriya. Desain produk  merupakan bagian yang sebenanrnya sangat akrab bagi masyarakat Indonesia. Setiap barang yang dikonsumsi tentu memiliki desain yang beragam dan menarik. Namun dibutuhkan  kreativitas agar kemasan yang dihasilkan tidak monoton dan terkesan asal jadi. Karena idealnya, sebuah produk dikemas dengan memperhatikan bentuk, keamanan, dan kesehatan.

Masih banyak pengusaha makanan atau Kuliner di Sumedang yang masih belum memahami pentingnya ketiga aspek di atas dalam menghasilkan produk. Alasan inilah yang mendasari Badan Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Workshop Packaging yang diikuti oleh 100 pengusaha Kuliner dan kriya di wilayah Kabupaten Sumedang.

Workshop ini diharapkan bisa memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan pelaku kreatif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas karyanya.
Badan Ekonomi Kreatif sebagai lembaga pemerintah non kementerian di Pusat berharap akan mendapatkan manfaat berupa ketersediaan data potensi dan aspirasi

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar