Jokowi: Jadi Pengusaha Sebagai Pilihan Bukan Karena Terpaksa

Senin, 18 Desember 2017 | 12:19 WIB
Share Tweet Share

Presiden Joko Widodo

[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jumlah pengusaha di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain. Mencatat data Bank Dunia, idealnya jumlah pengusaha di satu negara mencapai 4 persen dari jumlah penduduk.

Di Indonesia, jumlah pengusaha baru sebesar 3,3 persen dari jumlah penduduk. Ini lebih rendah misalkan dari Singapura yang mencapai 7 persen, Thaiand sebesar 4,5 persen dan Malaysia 4 persen.

"Jadi peluang di kita masih terbuka," kata Jokowi saat hadir pada cara Entrepreneurs Wanted di ITB, Bandung, Senin (18/12/2017).

Rendahnya jumlah pengusaha di Indonesia ini masih membuka peluang bagi mereka yang berminat terjun ke dunia bisnis.

Jokowi meminta agar anak muda di Indonesia mencontoh para pengusaha muda seperti William Tanuwijaya, CEO dan Pendiri Tokopedia serta Andi Taufan Garuda Putra, CEO dan Pendiri Amartha.

"Ada kesempatan yang besar dalam 5 tahun ke depan, ada peluang US$ 130 miliar. Peluang di negara kita gede sekali kalau dirupiahkan berapa. Peluang seperti ini yang saudara bisa masuk secepatnya," dia menambahkan.

Jokowi mengakui, untuk memulai usaha tidak mudah. Namun peluang ini tak boleh dilewatkan bila ada kesempatan.

Selain itu, dia mengingatkan untuk benar-benar mengukuhkan niat sebagai pengusaha dari awal. Sejak dini, ubah paradigma selalu ingin menjadi pekerja usai kuliah.

"Jadilah pengusaha sebagai sebuah pilihan bukan keterpaksaan...sadar akan pilihan kita," jelas Jokowi.

Editor: Mus


Berita Terkait

Ekonomi

Muhaimin Minta Tolong Presiden Jokowi

Jumat, 23 Juni 2017
Ekonomi

Jokowi: ASEAN dan India Generator Ekonomi Dunia

Rabu, 15 November 2017
Ekonomi

Presiden Jokowi Resmikan Kereta Bandara

Selasa, 02 Januari 2018

Komentar