Kadin Dukung MoU Yayasan Toyota Astra & Enam SMK

Rabu, 06 Desember 2017 | 17:29 WIB
Share Tweet Share

Praktek pendidikan. Foto: undip.ac.id

[JAKARTA] Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendukung penerapan pendidikan vokasi di lingkup SMK agar sesuai dengan kebutuhan industri. Kadin juga menyatakan komitmen dukungan percepatan peningkatan kompentensi tenaga kerja melalui pengembangan program kerja sama yang diterapkan oleh Yayasan Toyota Astra (YTA) dengan 6 SMK percontohan program pendidikan vokasi.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Ketenagakerjaan, Anton J. Supit di sela-sela acara penandatanganan Nota Kesepahaman
antara YTA dengan 6 SMK, yakni SMK Aryasatya Patikraja-Banyumas, SMKN1 Madiun, SMK PGRI 2 Ponorogo, SMK PN2 Purworejo, SMK Teknologi Manufaktur Indonesia di Kuningan-Cirebon dan SMK Tunas Harapan Pati. Penandatanganan itu dilakukan di Kantor Kadin Indonesia, Jakarta (6/12/2017).

Anton menjelaskan, penandatanganan program kerja sama pendidikan vokasi itu adalah sebagai tindak lanjut Program Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Vokasi yang diluncurkan oleh Pemerintah. langkah ini merupakan upaya meningkatkan kerja sama antara dunia pendidikan dan dunia industri untuk meningkatkan kapabilitas dan daya saing pekerja Indonesia agar dapat memenuhi tuntutan dan kebutuhan pasar tenaga kerja baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami di Kalangan dunia usaha Indonesia dalam hal ini KADIN Indonesia menyambut baik inisiatif dunia usaha seperti Yayasan Toyota Astra ini dan SMK Pilot ini untuk mewujudkan program nyata dalam peningkatan kualitas SDM kita,” ujar Anton.

Data BPS menunjukan bahwa saat ini ada hampir dari 7 juta angkatan kerja yang belum mempunyai pekerjaan, sementara di saat yang sama dunia usaha mengalami kesulitan untuk merekrut tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dan siap pakai. Semua pihak menyadari bahwa ada ketidaksesuain (Mis-match) antara kebutuhan dunia industri dengan ketersedian tenaga terampil di Indonesia.

Anton mengatakan, dengan program kerja sama pendidikan vokasi dan melalui skema yang dibuat diharapkan akan membuat pasar tenaga kerja di Indonesia bisa bertumbuh dan akan memperkecil kesenjangan mis-match tersebut.

Sementara itu, menurut Ketua YTA, Mintarjo Darmali memaparkan bahwa program ini adalah metode yang digagas Yayasan Toyota dan Astra untuk memperkecil gap atau jurang antara kompetensi dan mentalitas lulusan sekolah menengah kejuruan dengan kompetensi dan mentalitas yang dibutuhkan dan dituntut oleh dunia industri.

“Semoga melalui kemitraan yang baik dan berkesinambungan ini, dunia usaha dapat turut berperan serta dalam membangun kompetensi tenaga kerja Indonesia sehingga kedepannya Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kapabilitas keterampilan yang sangat baik di dunia,” Kata Mintarjo.

Menurutnya, tenaga kerja terampil dan kompeten akan mampu mendorong produktivitas dan pada akhirnya meningkatkan daya saing industri yang ada.

Setelah Penandatanganan ini, rencananya akan diikuti dengan pembentukan Tim Teknis Pelaksanaan & Pemantapan Program yang anggotanya akan terdiri dari Unsur Dunia Pendidikan termasuk pemerintah dan Dunia Industri.

Lebih lanjut, Mintarjo menyampaikan bahwa uji coba itu akan dimulai pada tahun ajaran 2018/2019. Selama berlangsungnya uji-coba itu, YTA akan melakukan pemantauan dan evaluasi program ini secara ketat dan melakukan perubahan dan penyempurnaan yang diperlukan sesuai prinsip “kaizen". Di akhir periode uji coba, diharapkan metode ini sudah menemukan bentuknya sehingga bisa diaplikasikan secara lebih luas pada sekolah-sekolah menengah kejuruan lain yang berminat dan mau mengaplikasikannya.

Editor: Iman Febri


Berita Terkait

Komentar