Sri Mulyani Rela Pakai Mobil Biasa, Ini Alasannya

Rabu, 06 Desember 2017 | 12:41 WIB
Share Tweet Share

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati

[JAKARTA] Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati meminta kepada seluruh pegawai di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), termasuk Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak atau DJPuntuk tidak mudah tergoda dengan iming-iming dari Wajib Pajak (WP).

"Jangan mudah silau dengan mobil Alphard," harap Sri Mulyani saat Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional di kantor pusat Ditjen Pajak, Rabu (6/12/2017). Dia mengaku siap untuk memberi contoh kepada bawahannya supaya tidak menggunakan fasilitas mewah dari negara yang menjadi haknya sebagai pimpinan di Kemenkeu.

"Kalau saya harus membuat Anda semua tidak silau Alphard, saya rela Kemenkeu tidak usah kasih saya Alphard. Saya dikasih mobil biasa, mobil rakyat, i'm fine, tidak apa. Saya senang bisa memberi contoh kepada Anda," kata Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menceritakan pengalaman bersama sang suami saat hendak membeli mobil pertama kali.

"Dulu saya ditanyain sama suami mau beli mobil apa saat kami punya uang agak lumayan. Lalu saya cuma bilang, nggelinding dan dingin. Saya tidak butuh mereka apa, yang penting bisa nggelinding dan dingin," tutur Sri Mulyani.

Sri Mulyani menuturkan, pegawai pajak bisa membeli mobil dengan tunjangan kinerja yang diperolehnya. Lantaran pemerintah terus melakukan reformasi memperbaiki insentif maupun tunjangan pegawai pajak sejak 10 tahun lalu.

"Tunjangan kinerja Ditjen Pajak sudah mulai bikin iri. Tapi gampang kalau mau mah ketemu WP bisa dapat 10 kali lipat. Orang pajak mau cari berapa saja bisa, karena selalu ada yang senang hari mem-bright Anda. Pegang 1 WP dengan kewajiban pajak Rp 16 miliar, WP senang kalauditurunkan jadi Rp 2 miliar," papar dia. Sri Mulyani mengatakan, ada sebanyak 32 juta WP terdaftar. Dari angka tersebut, sebanyak 11,5 juta yang melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh).

"Itu (WP) seperti sawah atau lahan yang subur untuk dikerjakan yang merupakan godaan Anda (petugas pajak). Kalau dikasih istana besar, di setiap sudut makanan berlimpah ruah, duan-daun jadi emas, itu namanya godaan sophisticated," kata dia.

Editor: Mus


Berita Terkait

Komentar