KADIN: IIW 2017 Bisa Fasilitasi Alternatif Pembiayaan Infrastruktur

Rabu, 08 November 2017 | 13:33 WIB
Share Tweet Share

Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro didampingi Ketua Umum Kadin Rosan Roeslani

[JAKARTA] Kadin Indonesia mendukung langkah pemerintah untuk menggalakan pembangunan infrastruktur dan menjadikan sektor infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan. Kebutuhan akan sokongan anggaran yang besar akan menyertai prioritas tersebut.

"IIW 2017 menjadi salah satu medium untuk menggali alternatif pembiayaan infrastruktur bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia," papar Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani dalam sambutan pada pembukaan Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu, 8 November 2017.

Rosan menjelaskan, IIW 2017 merupakan ajang yang mempertemukan para investor dari Dalam dan Luar Negeri, para pelaku industri dan perwakilan pemerintah. Bertemunya para pemangku kepentingan di bidang pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan kepastian bagi berjalannya pembangunan konstruksi di seluruh Indonesia.

"Penyelenggaraan IIW oleh Kadin bermanfaat untuk membahas, merencanakan, dan memberi masukan serta update terhadap agenda infrastruktur nasional," sambung Rosan.

Pemerintah telah menaikkan alokasi anggaran infrastruktur dalam RAPBN 2018 sebesar 5,5% dibandingkan APBN 2017. RAPBN 2018 menetapkan besaran anggaran infrastruktur pada angka Rp 409 triliun, sedangkan pada 2017 anggaran infrastruktur sebesar Rp 387,7 triliun.

Nilai anggaran yang demikian besar, menurut Kadin Indonesia menjadikan pasar konstruksi nasional sebagai pasar yang menawarkan kesempatan luas bagi para pelau infrastruktur. Forum IIW memudahkan akses informasi terkait proyek-proyek pembangunan prioritas dimaksud, mulai dari infrastruktur jalan, rel, pelabuhan, bandara serta energi, air hingga kawasan industri.

"IIW 2017 ini merupakan langkah awal untuk memulai kemitraan yang lebih nyata dan sinergis antara pemerintah dan swasta untuk mengimplementasikan Konektivitas ASEAN 2025," imbuh Rosan.

Infrastruktur 2017-2019 - RPJM

Ketua Umum Kadin juga memaparkan kesuksesan dan dampak positif ajang IIW dalam dua tahun terakhir. Sebagai kegiatan tahunan Kadin Bidang Infrastruktur, IIW 2016, misalnya, telah berhasil mendatangkan lebih dari 15.895 pemangku kepentingan infrastruktur terkemuka (meningkat 19% dari tahun 2015), diikuti 158 perusahaan peserta pameran dalam negeri dan 33 perusahaan peserta pameran luar negeri. IIW 2016 juga menghadirkan 1.179 delegasi konferensi, untuk mendiskusikan perencanaan, orientasi serta informasi terbaru terkait agenda infrastruktur nasional Indonesia.

Imbas forum IIW cukup nyata dalam realisasi investasi. Dampak dari keberhasilan penyelenggaraan IIW 2016 telah membantu Pemerintah dalam meningkatkan 1) realisasi investasi periode Januari-September 2017 sebesar Rp 513,2 triliun, meningkat 13,2% dibandingkan dengan periode yang sama Januari-September 2016 sebesar Rp 453,4 triliun; 2) sebaran lokasi realisasi investasi di Luar Pulau Jawa periode Januari-September 2017 sebesar Rp 230,4 triliun, meningkat 13,4 % dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 230,4 triliun.

"Kadin mengharapkan bahwa Indonesia Infrastructure Week 2017 (IIW 2017) dapat lebih sukses lagi karena keberhasilan Indonesia Infrastructure Week menjadi

representasi bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar infrastruktur yang paling dinamis di dunia, dan sekaligus menjadi ajang pengenalan pelaku usaha jasa konstruksi dalam negeri kepada para pelaku usaha jasa konstruksi asing," pungkas Rosan.

Indonesia Infrastructure Week merupakan ajang tahunan yang digelar Kadin Indonesia melalui Kadin Bidang Infrastruktur. IIW 2017 digelar selama tiga hari, yakni 8 – 10 November 2017 bertempat di Jakarta Convention Center.

Editor: Iman Febri


Berita Terkait

Komentar